Dinkes Samarinda Temukan 184 Kasus HIV hingga Mei 2026

  • 02 Jul 2026 12:51 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat 184 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) ditemukan hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 145 orang telah menjalani pengobatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan temuan itu diperoleh setelah pihaknya melakukan skrining terhadap sekitar 19 ribu orang di berbagai fasilitas kesehatan.

"Sampai bulan Mei 2026 kami sudah melakukan skrining kepada kurang lebih 19 ribu orang. Dari hasil itu ditemukan 184 kasus positif HIV dan 145 orang sudah menjalani pengobatan. Paling banyak yang ditemukan adalah dari kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL)," ujarnya, dikutip pada Kamis 2 Juni 2026.

Sementara itu hingga Mei 2026, Dinkes juga mencatat 23 orang meninggal dunia akibat HIV. Meski demikian, Ismed menilai penanganan HIV di Samarinda terus menunjukkan hasil yang baik dengan capaian pelayanan yang selama ini masih di atas target nasional.

Ismed mengatakan, pemeriksaan HIV dilakukan melalui puskesmas, rumah sakit, hingga Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Dinkes juga bekerja sama dengan sejumlah organisasi, seperti Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dan Mahakam Plus, agar penemuan kasus dan penanganan bisa lebih tepat sasaran.

Sebab menurutnya, semakin cepat seseorang menjalani pemeriksaan, semakin besar peluang mendapatkan pengobatan lebih awal. Karena itu, Dinkes menyambut baik apabila masyarakat melakukan skrining secara sukarela.

"Kalau masyarakat mau datang memeriksakan diri, itu sangat bagus. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat pula kami bisa melakukan pengobatan," ucapnya.

Ia menjelaskan, selain masyarakat yang datang secara mandiri, Dinkes juga aktif melakukan skrining kepada kelompok sasaran yang memiliki risiko lebih tinggi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menemukan kasus lebih dini.

"Kami menjamin identitas masyarakat yang melakukan pemeriksaan akan dirahasiakan. Jadi kalau ingin melakukan skrining, silakan datang ke puskesmas, rumah sakit, atau Labkesda," ujarnya.

Ismed menambahkan, penanganan HIV tidak bisa hanya dilakukan oleh sektor kesehatan. Menurutnya, diperlukan dukungan berbagai pihak, termasuk keluarga, dunia pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat, untuk meningkatkan edukasi serta mencegah penularan HIV.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....