Donor Darah Tak Hanya Selamatkan Nyawa, Jaga Kesehatan Tubuh
- 19 Jun 2026 12:01 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda- Donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi pasien yang membutuhkan transfusi, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan pendonor. Karena itu, masyarakat didorong untuk menjadikan donor darah sebagai kebiasaan rutin yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun sesama.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, dr Jaya Mualimin, mengatakan setiap tetes darah yang disumbangkan memiliki arti penting bagi pasien yang sedang menjalani perawatan. Pada saat yang sama, donor darah juga membantu proses regenerasi sel darah dalam tubuh pendonor.
"Proses donor darah merangsang pembentukan sel darah baru sehingga mendukung regenerasi darah dalam tubuh," katanya saat kegiatan donor darah dalam rangka ASEAN Dengue Day di Samarinda, Kamis 18 Juni 2026.
Menurut Jaya, setelah darah didonorkan tubuh secara alami akan menggantinya dengan sel-sel darah baru. Proses tersebut membantu menjaga keseimbangan sistem peredaran darah sekaligus mendukung fungsi tubuh tetap bekerja secara optimal.
Selain manfaat biologis, donor darah juga menjadi sarana pemeriksaan kesehatan secara berkala. Sebelum mendonorkan darah, setiap calon pendonor wajib menjalani pemeriksaan tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), serta kondisi kesehatan umum lainnya untuk memastikan kelayakan donor.
"Pemeriksaan tersebut bisa menjadi langkah deteksi dini terhadap kondisi kesehatan tertentu sehingga masyarakat lebih mengetahui kondisi tubuhnya," ujarnya.
Jaya menjelaskan banyak masyarakat masih memandang donor darah hanya sebagai kegiatan sosial. Padahal, di balik aksi kemanusiaan tersebut terdapat manfaat kesehatan yang dapat dirasakan langsung oleh pendonor apabila dilakukan secara rutin dan sesuai ketentuan medis.
Di sisi lain, kebutuhan darah di fasilitas kesehatan masih cukup tinggi. Darah yang terkumpul digunakan untuk membantu pasien kecelakaan, ibu melahirkan, penderita penyakit tertentu, hingga pasien yang membutuhkan transfusi darah secara berkala. Karena itu, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan stok darah.
Melalui peringatan ASEAN Dengue Day 2026, Dinas Kesehatan Kalimantan Timur mengajak masyarakat untuk lebih aktif mengikuti kegiatan donor darah. Selain membantu memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian sosial yang dapat memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya.
Jaya berharap kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah terus meningkat. Dengan semakin banyak pendonor aktif, kebutuhan darah dapat terpenuhi sekaligus memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian terhadap sesama di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....