Mengenal Skin Barrier: Kunci Kulit Sehat yang Sering Diabaikan
- 09 Jun 2026 09:53 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Istilah skin barrier semakin sering dibahas dalam dunia kesehatan dan perawatan kulit. Namun, masih banyak orang yang belum memahami fungsi penting lapisan pelindung kulit ini. Perawatan kulit yang tepat bukan hanya soal penampilan, tetapi juga tentang menjaga fungsi alami kulit sebagai pelindung tubuh.
Hal itu disampaikan dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, Arlene Rainamira, dalam sebuah diskusi kesehatan di kanal youtube Raditya Dika, dikutip Selasa 9 Juni 2026. Ia menjelaskan, skin barrier dapat diibaratkan sebagai tembok rumah yang tersusun dari batu bata dan semen.
Menurutnya, susunan skin barrier terdiri atas sel-sel kulit yang berfungsi layaknya batu bata, sementara komponen seperti ceramide, asam lemak bebas, kolesterol, dan hyaluronic acid berperan sebagai semen yang menjaga kekokohan struktur kulit. Ketika lapisan pelindung ini mengalami kerusakan, berbagai masalah kulit dapat muncul, mulai dari kulit kering, gatal, kemerahan, hingga iritasi yang berkepanjangan.

Kerusakan skin barrier dapat disebabkan oleh banyak faktor. Paparan sinar matahari berlebih, eksim, polusi udara, penggunaan pendingin ruangan (AC) dalam waktu lama, hingga kebiasaan perawatan kulit yang kurang tepat dapat memicu gangguan pada lapisan pelindung kulit. "Begitu skin barrier terganggu, kulit bisa menjadi kering, gatal, dan merah," kata Arlene.
Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas pengalaman pelari yang mengalami kulit perih dan bersisik setelah mengikuti lomba maraton di luar negeri. Kondisi tersebut diduga merupakan bentuk ringan dari sunburn atau kulit terbakar akibat paparan sinar ultraviolet yang berlebihan. Gangguan ini tidak hanya menyebabkan rasa tidak nyaman, tetapi juga memperburuk kondisi skin barrier yang sudah melemah.
Arlene menjelaskan, fungsi utama skin barrier adalah menjaga kadar air di dalam kulit agar tidak mudah menguap. Selain itu, lapisan ini juga berperan sebagai benteng pertahanan pertama terhadap berbagai iritan dari luar, seperti bakteri, virus, polusi, dan perubahan cuaca.
"Tugas skin barrier adalah menjaga kelembapan kulit sekaligus mencegah zat iritan masuk ke dalam kulit," ucapnya.
Selain menjaga kesehatan kulit, lapisan pelindung ini juga berkaitan dengan masalah pigmentasi, termasuk kulit belang dan melasma. Paparan sinar ultraviolet yang terus-menerus dapat memicu produksi pigmen berlebih sehingga warna kulit menjadi tidak merata. Oleh karena itu, memperbaiki skin barrier sering kali menjadi langkah awal sebelum melakukan perawatan kulit yang lebih spesifik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....