Menjaga Mental Pekerja dengan Dukungan Komunitas
- 31 Mei 2026 15:57 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kesehatan mental menjadi isu yang semakin dekat dengan kehidupan anak muda, khususnya para pekerja. Tuntutan untuk mendapatkan pekerjaan, bertahan di tengah tekanan kerja, hingga melihat pencapaian orang lain di media sosial sering kali memicu stres dan rasa cemas yang tidak disadari.
Founder komunitas, Syalma Namira, menilai persoalan pekerjaan sering kali menjadi sumber tekanan yang tidak disadari banyak orang. Karena itu, ia ingin menghadirkan ruang yang memungkinkan pekerja saling mendengarkan tanpa merasa dihakimi.
“Mau cari ruang aman untuk para pekerja. Kita semua lagi struggle, cari kerja struggle, bertahan di pekerjaan juga struggle, bahkan tidak punya pekerjaan pun struggle,” kata Syalma.
Ia menjelaskan bahwa tekanan pekerjaan dapat berdampak pada kondisi mental seseorang, terutama ketika terlalu sering membandingkan diri dengan pencapaian orang lain yang terlihat di media sosial.
Menurutnya, banyak pekerja yang sebenarnya membutuhkan tempat untuk berbagi pengalaman dan mencari perspektif baru agar tidak merasa menghadapi masalah sendirian.
Dalam setiap sesi, peserta diberikan kesempatan untuk menceritakan perjalanan karier, tantangan yang dihadapi, hingga cara mereka bertahan menghadapi tekanan pekerjaan sehari-hari.
Diskusi tersebut diikuti oleh berbagai kalangan profesi, mulai dari ASN, guru, tenaga kesehatan, pelaku usaha, hingga pekerja kreatif. Keragaman latar belakang ini membuat peserta mendapatkan sudut pandang yang lebih luas.
“Ketika mendengar cerita orang lain, kita jadi sadar bahwa setiap orang punya perjuangannya masing-masing. Itu yang membuat kita lebih kuat dan tidak merasa sendirian,” ujar Syalma.
Melalui pendekatan yang sederhana dan personal, Komunitas Pulang Kerja berharap dapat membantu para pekerja menjaga kesehatan mental sekaligus membangun jaringan pertemanan yang positif di tengah dinamika dunia kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....