ASI Eksklusif dan Pemantauan Tumbuh Kembang Anak untuk Cegah Stunting
- 13 Mei 2026 12:39 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pencegahan stunting pada anak tidak hanya dilakukan saat masa kehamilan, tetapi juga berlanjut setelah bayi lahir. Dalam dialog kesehatan di Pro1 Radio Republik Indonesia Samarinda, tenaga kesehatan Puskesmas Juanda, Bidan Afi Kasturi, menegaskan pentingnya pemberian ASI eksklusif dan pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin agar risiko stunting dapat dicegah sejak dini.
Ia menjelaskan, bayi usia 0 sampai 6 bulan hanya boleh mendapatkan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan makanan terlalu dini kepada bayi karena dapat berdampak buruk pada kesehatan pencernaan dan pertumbuhan anak. “Usia 0 sampai 6 bulan itu hanya ASI saja yang diberikan tanpa air putih sekalipun,” ujar Afi kepada RRI, dikutip Rabu 13 Mei 2026.
Ia juga mencontohkan masih ada sebagian masyarakat yang memberikan pisang atau makanan lain kepada bayi berusia satu hingga dua bulan. Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak dianjurkan karena sistem pencernaan bayi belum siap menerima makanan pendamping sebelum usia enam bulan.
Setelah bayi memasuki usia enam bulan, orang tua dapat mulai memberikan MPASI atau makanan pendamping ASI secara bertahap. Tekstur makanan harus disesuaikan dengan perkembangan usia anak. Meski demikian, pemberian ASI tetap dilanjutkan dan tidak boleh langsung dihentikan. “Bukan berarti ASI disetop atau diganti dengan susu yang lain,” katanya.

Untuk membantu orang tua memahami pola pengasuhan dan pemberian gizi yang tepat, pemerintah telah menyediakan Buku Kesehatan Ibu dan Anak atau Buku KIA. Buku berwarna merah muda tersebut diberikan sejak awal kehamilan dan digunakan hingga anak berusia enam tahun. Di dalamnya terdapat panduan lengkap mengenai kehamilan, persalinan, imunisasi, MPASI, hingga pemantauan tumbuh kembang anak.
Dikatakannya, Buku KIA merupakan pedoman penting bagi calon orang tua. Ia menjelaskan, buku tersebut berisi informasi lengkap, termasuk contoh menu makanan pendamping ASI yang dapat dipraktikkan di rumah.
“Ini adalah buku pintar yang wajib dimiliki ibu hamil,” ucapnya sambil menunjukkan Buku KIA terbaru dalam dialog kesehatan tersebut.
Selain memperhatikan asupan makanan, orang tua juga perlu rutin memantau pertumbuhan anak setiap bulan. Pemantauan dilakukan dengan melihat kenaikan berat badan dan tinggi badan anak secara berkala di posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat.
Menurut Afi, kondisi berat badan yang tidak mengalami kenaikan selama dua bulan berturut-turut harus segera diwaspadai. “Ketika sudah dua kali kok landai saja dan tidak ada kenaikan, itu perlu diwaspadai,” ucapnya.
Ia menegaskan, pemantauan rutin bertujuan untuk mendeteksi gangguan pertumbuhan sedini mungkin sehingga penanganan dapat segera dilakukan sebelum anak mengalami stunting.
Melalui edukasi kesehatan yang tepat, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya ASI eksklusif, MPASI yang sesuai usia, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin. Dengan perhatian yang optimal sejak dini, anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....