Imunisasi dan Pencegahan Stunting pada Anak di Samarinda

  • 13 Mei 2026 12:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Stunting masih menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan anak di Indonesia, termasuk di Kota Samarinda. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kecerdasan, hingga produktivitas anak di masa depan. Hal itu disampaikan tenaga kesehatan dari Puskesmas Juanda Samarinda, Bidan Afi Kasturi, saat dialog bersama RRI dalam program Indonesia Sehat Pro1 Samarinda.

Menurutnya, masyarakat saat ini semakin akrab dengan istilah stunting. Namun, masih banyak orang tua yang belum memahami secara menyeluruh mengenai penyebab dan dampaknya. “Stunting adalah suatu kondisi di mana tinggi badan atau panjang badan anak berdasarkan usianya mengalami kekurangan sesuai standar WHO,” ujar Afi dalam dialog tersebut, dikutip Rabu 13 Mei 2026.

Ia menjelaskan, stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu yang cukup lama. Menurutnya, masalah ini bukan hanya disebabkan oleh kurangnya asupan makanan bergizi, tetapi juga dipengaruhi faktor lain seperti kondisi ekonomi keluarga, kurangnya edukasi kesehatan, hingga pola asuh anak yang belum tepat.

Selain itu, Afi juga menyoroti pentingnya pemahaman orang tua terhadap kebutuhan nutrisi anak sejak masa kehamilan. Ia mengatakan bahwa sebagian keluarga sebenarnya telah mengetahui pentingnya gizi seimbang, tetapi terkendala kondisi ekonomi sehingga belum mampu menyediakan makanan bergizi secara optimal. “Informasinya sudah dapat, tapi ternyata kondisi status ekonominya belum mampu untuk menyediakan kebutuhan nutrisi anak,” katanya.

Di sisi lain, kurangnya pengetahuan juga menjadi faktor penyebab stunting yang cukup tinggi. Banyak calon orang tua belum memahami kebutuhan gizi anak, pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin, serta pemberian ASI eksklusif dan imunisasi dasar lengkap. Afi menegaskan, edukasi kesehatan harus terus dilakukan agar masyarakat semakin sadar terhadap pencegahan stunting sejak dini.

Dalam dialog tersebut, ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menekan angka stunting di Kota Samarinda. Ia berharap kesadaran masyarakat mengenai kesehatan anak terus meningkat sehingga cita-cita zero stunting dapat tercapai. “Semoga ke depannya kita bisa semakin menurunkan angka stunting dan bahkan tidak ada lagi kasus stunting khususnya di Kota Samarinda,” ucapnya.

Pencegahan stunting memerlukan kerja sama berbagai pihak, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, hingga pemerintah daerah. Orang tua diharapkan lebih aktif mencari informasi mengenai pola makan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta rutin memantau tumbuh kembang anak di fasilitas kesehatan terdekat. Dengan langkah tersebut, generasi masa depan Indonesia diharapkan tumbuh lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....