Kukar Perkuat Instruktur Senam Jantung untuk Tekan Risiko Penyakit Kronis

  • 07 Mei 2026 15:37 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Tenggarong - Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kondisi tersebut mendorong berbagai daerah memperkuat upaya promotif dan preventif melalui edukasi pola hidup sehat berbasis masyarakat, termasuk lewat kegiatan olahraga rutin dan peningkatan kapasitas instruktur kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kukar menggelar Pelatihan dan Penyegaran Instruktur Senam Jantung Sehat (SJS) Seri 1-6 di Aula Kantor PWRI Kukar, Tenggarong, Rabu 6 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti 130 peserta dari 20 kecamatan di Kukar.

Pelatihan dibuka Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kukar, Dafip Haryanto. Dalam sambutannya yang membacakan pesan tertulis Bupati Kukar, ia menekankan pentingnya menjaga kebugaran tubuh sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, program Senam Jantung Sehat tidak sekadar menjadi aktivitas olahraga rutin, tetapi juga bagian dari strategi preventif berbasis komunitas dalam menekan risiko penyakit kardiovaskular.

“Menjaga kebugaran merupakan bentuk syukur atas nikmat kesehatan. Program ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat,” ujarnya.

Selain pelatihan teknik senam, para peserta juga mendapatkan pembekalan materi kesehatan terkait bahaya penyakit jantung dari spesialis jantung RSUD AM Parikesit, Miftah Afandi, serta tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kukar.

Kegiatan tersebut dinilai penting karena instruktur senam menjadi ujung tombak edukasi kesehatan di tingkat masyarakat. Keberadaan instruktur diharapkan mampu mendorong masyarakat lebih aktif melakukan aktivitas fisik dan memahami pentingnya pencegahan penyakit tidak menular sejak dini.

Agenda pelatihan juga dirangkai dengan penyerahan surat keputusan dan seragam Senam Jantung Sehat kepada pengurus kecamatan Tabang, Muara Kaman, Muara Badak dan Kota Bangun Darat. Penyerahan tersebut turut disaksikan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kukar dan perwakilan Bank Kaltimtara.

Dafip menjelaskan penguatan kualitas instruktur sejalan dengan misi pembangunan daerah dalam pemerataan pelayanan kesehatan dasar. Pemerintah Kabupaten Kukar juga terus mengintegrasikan sejumlah program pendukung kesehatan masyarakat, mulai dari penguatan gizi, akses layanan kesehatan hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia menilai pendekatan promotif dan preventif menjadi langkah penting untuk mengurangi beban penyakit kronis yang terus meningkat di masyarakat. Karena itu, peran komunitas dan instruktur kesehatan dinilai sangat strategis dalam membangun budaya hidup sehat hingga ke wilayah pinggiran.

“Kami berharap para instruktur tidak hanya menguasai teknik senam, tetapi juga mampu menjadi teladan gaya hidup sehat di lingkungan masing-masing,” ucapnya.

Selain itu, para instruktur juga diminta membangun pendekatan yang inklusif bagi kelompok lansia dan masyarakat rentan agar kegiatan kesehatan masyarakat dapat menjangkau lebih banyak warga.

Pemerintah Kabupaten Kukar berharap penguatan kapasitas instruktur Senam Jantung Sehat dapat memperluas edukasi kesehatan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan ketahanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....