Lima Tips Jitu Menjaga Kesehatan Sendi Agar Tetap Aktif di Masa Tua

  • 02 Mei 2026 08:07 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kesehatan sendi menjadi faktor penting dalam menjaga mobilitas dan kualitas hidup, terutama seiring bertambahnya usia. Sendi merupakan pertemuan dua atau lebih tulang yang memungkinkan tubuh bergerak, dilengkapi jaringan tulang rawan elastis sebagai bantalan agar pergerakan tetap halus tanpa rasa sakit.

Namun, seiring proses penuaan, fungsi sendi dapat menurun dan memicu kekakuan hingga nyeri. Kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari cedera, pertambahan usia, hingga faktor genetik.

Melansir Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menjaga kesehatan sendi dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup sederhana namun konsisten. Sejumlah penelitian juga menegaskan pentingnya pencegahan sejak dini.

Dalam publikasi ilmiah pada jurnal Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional disebutkan, “aktivitas fisik teratur dan pengendalian berat badan berperan signifikan dalam menurunkan risiko gangguan sendi degeneratif.” kata jurnal ilmiah tersebut.

Pertama, menjaga tubuh tetap aktif bergerak. Aktivitas fisik rutin membantu mempertahankan kelenturan sendi dan mengurangi kekakuan. Dalam aktivitas harian seperti bekerja, menonton televisi, atau membaca, disarankan untuk rutin mengubah posisi dan mengambil jeda untuk peregangan ringan.

Kedua, mengontrol berat badan. Berat badan berlebih memberikan tekanan ekstra pada sendi, khususnya pada pinggul, lutut, dan punggung. Penurunan berat badan, meski tidak signifikan, terbukti dapat mengurangi beban pada sendi secara nyata.

Ketiga, memperkuat otot inti. Otot perut dan punggung yang kuat berperan menjaga keseimbangan tubuh serta menekan risiko cedera. Latihan seperti yoga dan pilates dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan kekuatan otot sekaligus fleksibilitas.

Keempat, menjaga kesehatan tulang. Asupan kalsium dan vitamin D penting untuk menopang kekuatan tulang sehingga mampu mendukung fungsi sendi. Nutrisi tersebut dapat diperoleh dari produk olahan susu serta sayuran hijau seperti kale dan brokoli. Jika diperlukan, konsultasi dengan tenaga medis dianjurkan untuk pemenuhan suplemen.

Kelima, mengendalikan kadar gula darah. Kadar gula darah yang tinggi, terutama pada penderita diabetes tipe 2, dapat mempercepat kerusakan sendi. Kondisi ini membuat tulang rawan menjadi lebih kaku dan rentan terhadap tekanan, serta meningkatkan risiko peradangan.

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara konsisten, kesehatan sendi dapat terjaga lebih optimal. Upaya ini penting tidak hanya untuk mencegah nyeri, tetapi juga memastikan seseorang tetap aktif dan produktif hingga usia lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....