PPTI Berau Dorong Gerakan Kolektif Eliminasi Tuberkulosis

  • 30 Apr 2026 20:37 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Berau - Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) di Kabupaten Berau menjadi momentum untuk memperkuat komitmen lintas sektor dalam upaya menuntaskan penyakit tuberkulosis (TB).

Berbeda dari pendekatan sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada layanan kesehatan, penanggulangan TB kini didorong sebagai gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kabupaten Berau, Sri Aslinda Gamalis, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan TB tidak dapat hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan.

“Penanggulangan TB membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, hingga keluarga pasien,” ujarnya pada Kamis 30 April 2026.

Ia menyebut masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, seperti belum optimalnya penemuan kasus, rendahnya kepatuhan pengobatan, serta stigma di masyarakat yang masih kuat. Kondisi ini kerap membuat penderita enggan memeriksakan diri dan menghentikan pengobatan sebelum tuntas.

“Stigma menjadi penghambat serius. Banyak pasien takut diketahui lingkungan sekitar sehingga menunda pemeriksaan,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PPTI mendorong penguatan pendekatan berbasis komunitas melalui active case finding serta pendampingan intensif bagi pasien TB. Masyarakat juga diimbau untuk lebih proaktif melakukan pemeriksaan bila mengalami gejala.

Peran generasi muda turut didorong dalam upaya pencegahan, baik melalui pemanfaatan layanan cek kesehatan gratis maupun sebagai agen edukasi di lingkungan sekitar. Pola hidup sehat dinilai menjadi kunci dalam menekan angka penularan.

“Mulai dari tidak merokok, menggunakan masker saat sakit, hingga rutin memeriksakan kesehatan harus menjadi kebiasaan,” kata Sri Aslinda.

Selain itu, dukungan sektor swasta dan lintas sektor dinilai penting, terutama dalam memastikan pemeriksaan kesehatan karyawan berjalan optimal. Pemerintah daerah juga diharapkan terus memperkuat sinergi kebijakan menuju target eliminasi TB tahun 2030.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan.

“Mari kita bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan,” ujarnya.

Dengan kolaborasi yang semakin luas, penanggulangan TB di Berau diharapkan tidak hanya lebih efektif, tetapi juga berkelanjutan menuju target Indonesia bebas TB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....