Kader Jadi Garda Terdepan Penanggulangan TBC di Samarinda Ulu

  • 14 Apr 2026 11:59 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Peran kader kesehatan menjadi sorotan dalam sosialisasi Raperda TBC di Kecamatan Samarinda Ulu. Kader dinilai sebagai ujung tombak dalam upaya pencegahan, deteksi dini, hingga pendampingan pasien dalam proses pengobatan penyakit tersebut.

Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Kota Samarinda, Rinda Wahyuni Andi Harun, menyebut jumlah kader yang ada saat ini masih perlu diperkuat untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi dedikasi para kader yang selama ini aktif menjalankan tugas di lapangan.

Rinda mengungkapkan, di Kecamatan Samarinda Ulu terdapat sekitar 16 kader TBC yang aktif. Sebagian di antaranya bahkan merangkap berbagai peran, mulai dari kader PKK, Posyandu, hingga Jumantik.

“Kader kita ini luar biasa, satu orang bisa menjalankan banyak peran sekaligus. Ini menunjukkan komitmen mereka yang tinggi dalam membantu masyarakat,” ujarnya.

Namun demikian, kondisi tersebut juga menjadi indikasi jumlah kader masih terbatas. Dengan cakupan wilayah dan jumlah penduduk yang cukup besar, keperluan kader dinilai masih belum sebanding.

Keterbatasan ini berdampak pada belum optimalnya jangkauan edukasi dan pendampingan pasien. Padahal, keberadaan kader sangat penting dalam memastikan pasien menjalani pengobatan secara rutin hingga tuntas.

Ketua PPTI Samarinda, Rinda Wahyuni Andi Harun, memberikan ID Card untuk kader penanganan TBC. (foto: RRI/zul)

Rinda menegaskan, kader memiliki peran strategis dalam memutus rantai penularan TBC. Mereka tidak hanya melakukan edukasi, tetapi juga mendampingi pasien serta mengedukasi keluarga agar turut berperan dalam pencegahan.

“Mudah-mudahan setelah ini kita bisa melahirkan kader-kader baru untuk memperkuat penanganan TBC di masyarakat,” katanya di Aula Kecamatan Samarinda Ulu, pada Selasa 14 April 2026.

Selain penambahan jumlah, peningkatan kapasitas kader juga dinilai penting melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Dengan demikian, kader dapat menjalankan tugasnya secara lebih maksimal dan terarah.

Penguatan peran kader ini menjadi salah satu kunci dalam mempercepat penanganan TBC di tingkat akar rumput. Keberadaan mereka dinilai mampu mendekatkan layanan kesehatan sekaligus membangun kesadaran masyarakat secara lebih efektif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....