Memahami Autisme dengan Perspektif yang Tepat

  • 13 Apr 2026 15:38 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Peringatan Hari Peduli Autis Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang autisme. Namun, masih banyak persepsi keliru yang beredar, mulai dari anggapan bahwa autisme adalah penyakit hingga kebiasaan melabeli anak tanpa diagnosis yang tepat.

Dalam perspektif pendidikan, autisme dikenal sebagai gangguan neurodevelopmental yang memengaruhi cara anak berkomunikasi, berinteraksi, dan merespons lingkungan. Pelaksana Program Kelas Transisi Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi (PLDPI) Samarinda, Ilma Hayati menekankan bahwa setiap anak autis membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Tanda-tanda autisme sebenarnya dapat dikenali sejak usia dini, bahkan mulai dari 12 hingga 18 bulan.

‘’Beberapa ciri awal di antaranya adalah tidak merespons saat dipanggil, minim kontak mata, serta adanya gerakan berulang seperti menggerakkan tangan atau menyusun benda secara berjejer,’’ ujar Ilma Hayati, dikutip Senin 13 April 2026.

Pelaksana Program Intervensi Perilaku PLDPI Samarinda, Lindiani Syafira menjelaskan persepsi keliru yang menganggap autisme sebagai penyakit. “Autis bukan penyakit yang harus disembuhkan. Ini adalah kondisi neurologis yang membuat cara berpikir mereka berbeda,” katanya kepada RRI Pro4 Samarinda.

Konsep ini dikenal sebagai neurodiversitas, yaitu keberagaman cara kerja otak manusia. Anak dengan autisme bukanlah individu yang kurang, melainkan memiliki perspektif unik dalam melihat dunia. Bahkan potensi mereka bisa berkembang luar biasa jika didukung lingkungan yang tepat.

Sayangnya, masih banyak orang tua maupun masyarakat yang melakukan self-diagnosis. Anak yang mengalami keterlambatan belajar sering dilabeli autis tanpa pemeriksaan profesional.

Diagnosis autisme harus melalui proses panjang oleh tenaga ahli seperti psikolog atau dokter. Kesalahan penilaian justru dapat berdampak pada penanganan yang tidak tepat.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan pemahaman tentang autisme juga semakin tepat. Bukan sekadar label, melainkan bentuk keberagaman yang perlu diterima dan didukung bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....