Dinkes Kaltim Ingatkan Masyarakat Bahaya Penularan Airborne Penyakit Campak

  • 06 Apr 2026 15:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menggelar sosialisasi daring guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran penyakit campak yang kian mengkhawatirkan. Dalam edukasi tersebut, terungkap bahwa campak bukan sekadar penyakit kulit biasa, melainkan infeksi virus yang sangat menular melalui udara.

Dokter Spesialis Anak RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, dr. William S. Tjeng, menjelaskan penularan bisa terjadi melalui droplet saat penderita berbicara atau batuk. Cairan tersebut bisa terhirup langsung atau menempel pada benda-benda di sekitar seperti kursi dan meja yang kemudian disentuh oleh orang sehat.

Lebih mengkhawatirkan lagi, virus ini bersifat airborne yang berarti mampu melayang di udara dalam waktu yang cukup lama. Hal ini membuat risiko penularan tetap tinggi meskipun penderita sudah tidak berada di lokasi tersebut.

"Jadi, droplet yang keluar itu dia masih bisa bertahan di udara. Jadi, kalau di kamar itu dia bisa bertahan kurang lebih 2 jam. Walaupun penderitanya sudah tidak ada, dalam ruangan itu masih berpotensi menurunkan penyakit campak," ujar William pada Senin 6 April 2026.

Gejala awal atau stadium prodormal biasanya ditandai dengan batuk, pilek, demam tinggi, hingga mata merah sebelum muncul ruam. Setelah beberapa hari, penderita akan memasuki fase erupsi di mana bercak merah muncul khas mulai dari belakang telinga hingga ke seluruh tubuh.

Masyarakat diminta untuk segera melakukan isolasi mandiri jika menemukan gejala tersebut pada anak maupun dewasa. Isolasi disarankan dilakukan minimal hingga empat hari setelah ruam atau bercak merah muncul di permukaan kulit.

Melalui sosialisasi ini, Dinkes Kaltim menilai masyarakat lebih proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menjauhkan orang yang rentan dari penderita. Kewaspadaan dini menjadi kunci utama agar rantai penularan di wilayah Kalimantan Timur dapat diputus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....