Kasus Suspek Campak Capai Ratusan, Dinkes Kaltim Perkuat Sistem Surveilans
- 06 Apr 2026 14:15 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mencatat ratusan kasus suspek campak yang tersebar di sejumlah wilayah. Data ini diperoleh melalui sistem surveilans berjenjang dari fasilitas kesehatan di seluruh kabupaten dan kota.
Kepala Bidang P2P Dinkes Kaltim, Fit Nawati, mengungkapkan hingga akhir Februari 2026, terdapat 506 kasus suspek campak. Kasus tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
“Kita sudah ada kasus sebanyak 506 yang tersebar di 10 kabupaten kota. Ini menjadi perhatian kita bersama agar tidak meningkat,” katanya.
Fit Nawati menjelaskan pemantauan dilakukan secara rutin setiap minggu melalui laporan dari puskesmas hingga tingkat provinsi. Data tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui pola penyebaran penyakit. Dalam penanganan kasus, tim kesehatan juga melakukan investigasi untuk menelusuri sumber penularan. Pemeriksaan laboratorium dilakukan menggunakan sampel serum untuk memastikan diagnosis campak.
“Biasanya teman-teman surveilans akan melihat gejalanya, kemudian diambil sampel dan diperiksa apakah benar virus campak,” ucap Fit Nawati.
Fit Nawati menambahkan, jika ditemukan indikasi kejadian luar biasa (KLB), maka langkah penanganan akan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Hal ini penting untuk memutus rantai penyebaran di masyarakat.
Dinkes Kaltim juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan campak. Berbagai pihak seperti kader posyandu, PKH, hingga instansi pemerintah dilibatkan dalam edukasi masyarakat.
“Kolaborasi lintas program dan lintas sektor sangat penting untuk melengkapi imunisasi dan menyebarluaskan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui penguatan sistem surveilans dan kerja sama berbagai pihak, penyebaran campak di Kalimantan Timur dinilai dapat dikendalikan. Upaya preventif dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman penyakit menular tersebut
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....