Menjaga Semangat Hidup Pasien Ginjal Melalui Rasa
- 06 Apr 2026 11:05 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Menjalani diet sebagai pasien Penyakit Ginjal Kronik (PGK) sering kali menjadi tantangan emosional yang berat karena pola makan yang berubah total. Namun, gaya hidup sehat dan kreativitas dalam mengolah makanan ternyata menjadi kunci bagi pasien agar tetap mampu menikmati hidup tanpa merasa terbebani oleh batasan medis yang kaku.
Masalah utama yang kerap dikeluhkan pasien adalah rasa makanan yang menjadi hambar karena adanya larangan penggunaan garam yang ketat. Rasa hambar ini sering kali memicu depresi ringan dan hilangnya nafsu makan. Jika nafsu makan hilang, kondisi fisik pasien akan menurun drastis dan memperburuk kondisi ginjalnya karena kurangnya asupan nutrisi dasar.
Guna menyiasati hal tersebut, dr. Benedicta Afianti Indrastuti atau biasa disapa dr. Afi memberikan solusi praktis melalui penggunaan bumbu-bumbu alami sebagai pengganti penyedap rasa. Penggunaan rempah-rempah tradisional seperti bawang putih, bawang merah, ketumbar, dan jahe diperbolehkan secara bebas karena tidak mengandung mineral yang membahayakan kerja ginjal secara langsung.
"Dukungan keluarga sangat diperlukan untuk membangun motivasi dan menguatkan mental pasien. Tipsnya, gunakan rempah-rempah untuk meningkatkan selera makan karena rempah tidak dibatasi," ujar dr. Afi mengenai pentingnya peran orang terdekat dalam mengubah gaya hidup pasien dalam dialog Dokter Etam Programa 4 RRI Samarinda, 26 Maret 2026 lalu.
Dukungan keluarga dalam menyiapkan menu yang bervariasi sangat menentukan kepatuhan pasien. Keluarga diharapkan tidak membedakan suasana makan pasien secara berlebihan, melainkan ikut menyesuaikan pola makan yang lebih sehat. Lingkungan rumah yang suportif akan membuat pasien merasa tidak berjuang sendirian dalam menghadapi penyakitnya.
Selain pengaturan rasa, edukasi mengenai aktivitas fisik ringan juga menjadi bagian dari perubahan gaya hidup. Pasien PGK tetap disarankan bergerak aktif sesuai kemampuan untuk menjaga massa otot dan kelancaran sirkulasi darah. Gaya hidup aktif yang diimbangi dengan pilihan makanan segar bukan makanan olahan menjadi kunci kualitas hidup yang lebih baik.
Sebagai penutup, dr. Afi menekankan bahwa pencegahan sejak dini melalui gaya hidup sehat adalah pilihan terbaik bagi masyarakat luas. Dengan rutin memantau asupan air putih dan menghindari minuman berpemanis, generasi muda dapat terhindar dari risiko panjang penyakit ginjal kronis yang sangat memengaruhi kualitas hidup di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....