Capaian Imunisasi Campak Belum Optimal, Dinkes Kaltim Soroti Kelompok Rentan

  • 06 Apr 2026 09:41 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menyoroti masih rendahnya capaian imunisasi campak pada kelompok usia tertentu. Hal ini menjadi perhatian serius karena berdampak pada meningkatnya risiko penularan di masyarakat.

Kepala Bidang P2P Dinkes Kaltim, Fit Nawati, menyebut imunisasi merupakan langkah utama dalam mencegah campak. Namun hingga saat ini, cakupan imunisasi dasar lengkap baru mencapai sekitar 60 persen.

“Faktor risiko terbesar adalah tidak lengkapnya imunisasi campak. Capaian kita untuk imunisasi dasar lengkap itu baru sebesar 60 persen,” ujarnya.

Fit Nawati menerangkan imunisasi campak diberikan dalam tiga tahap, yaitu saat usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak duduk di kelas 1 SD. Dari ketiga tahapan tersebut, capaian terbaik justru terjadi pada anak usia sekolah.

“Untuk kelas 1 SD capaian kita sudah 95 persen. Yang menjadi permasalahan adalah usia 9 bulan dan 18 bulan yang belum optimal,” katanya.

Fit Nawati mengimbau masyarakat untuk kembali memeriksa buku KIA anak guna memastikan status imunisasi. Peran orang tua dan lingkungan sekitar dinilai sangat penting dalam memastikan anak mendapatkan vaksin tepat waktu.

Selain imunisasi, pemberian vitamin A juga menjadi bagian penting dalam penanganan campak. Program ini rutin dilakukan dua kali dalam setahun, yakni pada Februari dan Agustus.

“Mohon diedukasi kepada masyarakat yang mempunyai bayi dan balita untuk mendapatkan vitamin A, baik di posyandu maupun fasilitas kesehatan,” ucapnya pada Senin 6 April 2026.

Dengan meningkatkan cakupan imunisasi dan pemberian vitamin, Dinkes Kaltim berharap angka kejadian campak dapat ditekan. Upaya ini juga menjadi bagian dari perlindungan kesehatan jangka panjang bagi anak-anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....