Peningkatan Faskes Samarinda Rampung, Siap Beroperasi di 2026
- 08 Feb 2026 12:44 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda menuntaskan peningkatan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan sepanjang 2025. Sejumlah pembangunan dan rehabilitasi yang dilakukan tahun lalu kini mulai dioperasionalkan pada 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan penguatan fasilitas kesehatan merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Kota Samarinda di bidang pelayanan dasar dan pelayanan publik.
"Penekanan dari kebijakan Pak Wali Kota adalah pelayanan dasar dan pelayanan publik. Di bidang kesehatan, salah satunya melalui peningkatan sarana dan prasarana,” ujarnya, kepada rri.co.id, Sabtu, 7 Februari 2026.
Ismed menjelaskan, fasilitas kesehatan yang ditingkatkan meliputi layanan primer dan rujukan. Untuk fasilitas kesehatan primer, Dinkes melakukan rehabilitasi dan pembangunan sejumlah puskesmas. Empat puskesmas yang telah selesai ditingkatkan pembangunannya, yakni Puskesmas Harapan Baru, Puskesmas Bantuas, Puskesmas Sungai Kapih, dan Puskesmas Mangkupalas.
Sementara, dua Puskesmas Pembantu yang direhabilitasi, yaitu Puskesmas Pembantu Bayur dan Puskesmas Pembantu Juanda. "Tahun ini sudah selesai dan sudah dioperasionalkan," kata Ismed.
Di luar layanan primer, lanjutnya, Dinkes Samarinda juga mengembangkan berbagai inovasi layanan kesehatan, salah satunya melalui pembangunan Griya Sehat di Jalan Kesehatan Dalam, Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda. Ismed menjelaskan, Griya Sehat menjadi fasilitas pelayanan kesehatan tradisional yang penanganannya dilakukan oleh tenaga kesehatan, sesuai dengan regulasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Selain itu Dinkes juga membangun gedung promosi kesehatan yang dilengkapi fasilitas podcast serta mini teater. Gedung ini akan dimanfaatkan untuk edukasi dan kampanye kesehatan kepada masyarakat.
Satu unit mobil promosi kesehatan turut disiapkan untuk mendukung kegiatan di lapangan, terutama untuk aktivitas posyandu dan edukasi masyarakat.
"Mobil promosi kesehatan ini insyaAllah akan digunakan untuk seluruh kegiatan-kegiatan di Posyandu. Nah, ini lagi kita atur jadwalnya," ucap Ismed.
Sementara di sektor pelayanan rujukan, terdapat pembangunan dua gedung baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Inche Abdoel Moeis, yakni Gedung Kesehatan Ibu dan Anak serta Gedung Transfusi Darah. Kedua fasilitas tersebut telah selesai dan mulai beroperasi pada 2026.

Selain mendukung program prioritas Pemerintah Kota Samarinda, Ismed menilai, pembangunan fasilitas pada 2025 merupakan langkah strategis menghadapi keterbatasan fiskal di 2026. Dengan sarana yang sudah tersedia, pemerintah daerah dapat lebih fokus pada optimalisasi pelayanan.
"Pada 2026 kita akan konsentrasi pada peningkatan pelayanannya. Kan sudah kita tingkatkan sarananya prasarananya. Nah, sekarang mulai peningkatan sumber daya manusianya (SDM), pelatihan, dan tata kelolanya," ujar Ismed, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....