Dinkes Kaltim Distribusikan 6.170 Dosis Vaksin DBD Qdenga
- 27 Jan 2026 16:44 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendistribusikan sebanyak 6.170 dosis vaksin demam berdarah dengue (DBD) jenis Qdenga pada tahun 2026. Vaksin tersebut merupakan hibah dari PT Bio Farma dan disalurkan ke lima kabupaten/kota di Kaltim.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kaltim, Eryariyatin, mengatakan distribusi vaksin dilakukan sesuai permintaan daerah dan mempertimbangkan kondisi geografis, serta jumlah masyarakat yang mengalami DBD di masing-masing wilayah.
"Total ada 6.170 dosis yang kita distribusikan ke lima kabupaten/kota sesuai permintaan mereka,” ujar Eryariyatin, saat ditemui di Kantor Dinkes Kaltim, Selasa, 27 Januari 2026.
Lima daerah tersebut, antara lain Kutai Timur dengan alokasi vaksin terbesar yakni 4.470 dosis. Kabupaten Paser mendapat 1.200 dosis, Kutai Barat 200 dosis, Kota Samarinda 100 dosis, dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menerima 200 dosis untuk kebutuhan internal.
Eryariyatin menambahkan, penentuan alokasi berdasarkan urgensi dan data epidemiologi yang dimiliki masing-masing daerah. Permintaan vaksin diajukan langsung oleh dinas kesehatan kabupaten/kota.
Distribusi vaksin ini juga menjadi bagian dari upaya antisipasi meningkatnya kasus DBD seiring kondisi musim di Kalimantan Timur yang masih didominasi hujan. Menurutnya, pada periode tersebut angka kesakitan DBD cenderung mengalami peningkatan.
"Ini bagian dari langkah preventif dan preemtif kami untuk menekan angka kesakitan DBD,” ucapnya.

Untuk sasaran vaksinasi, Eryariyatin menyebut, vaksin DBD dapat diberikan kepada masyarakat mulai dari anak usia sekolah dasar kelas 1 hingga orang dewasa. Namun, dengan syarat dan kondisi tertentu.
"Tidak untuk ibu hamil dan menyusui, orang dengan imun rendah, memiliki komorbid, penyakit akut atau kronis, serta yang sedang demam tinggi,” kata Eryariyatin, memaparkan.
Selain vaksinasi, Dinkes Kaltim tetap mendorong upaya pencegahan lain seperti pemberantasan sarang nyamuk dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah utama pengendalian DBD.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....