Dinkes Samarinda Laporkan 63 Pasien Meninggal Akibat HIV
- 09 Sep 2025 11:40 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat 223 kasus baru HIV hingga awal September 2025. Temuan ini berasal dari hasil skrining terhadap sekitar 20 ribu warga, di mana 220 pasien sudah aktif menjalani pengobatan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Samarinda bersama Balikpapan menjadi daerah dengan jumlah kasus HIV tertinggi di Kaltim sepanjang Januari hingga Juli 2025.
Kepala Dinkes Samarinda, dr. Ismid Kusasih, menegaskan HIV merupakan salah satu dari 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yang diwajibkan pemerintah pusat.
“HIV adalah satu dari dua penyakit menular yang masuk SPM, jadi ini wajib ditangani pemerintah daerah,” kata Ismid kepada rri.co.id di kantornya, Jalan Milono, Samarinda Kota, Selasa (9/9/2025).
Ismid menambahkan, tingginya angka kasus di Samarinda tidak terlepas dari jumlah penduduk yang besar serta pelaksanaan skrining yang rutin dilakukan. “Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati, semakin besar peluang mencegah kematian,” ujarnya.
Selain kasus baru, Dinkes Samarinda juga mencatat 63 pasien meninggal akibat HIV/AIDS hingga awal September 2025. Tahun sebelumnya, skrining terhadap 47 ribu warga menemukan 527 kasus baru, dengan angka kematian lebih dari 100 orang.
Menurut Ismid, pemeriksaan HIV dilakukan melalui sampel darah atau cairan tubuh untuk mendeteksi antibodi maupun antigen virus. Langkah ini bertujuan menemukan infeksi sedini mungkin agar pengobatan segera dimulai, sekaligus mencegah penularan lebih lanjut dan perkembangan menjadi AIDS.
“Saat ini layanan pemeriksaan dan pengobatan sudah tersedia di Puskesmas, rumah sakit, serta beberapa klinik swasta di Samarinda,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....