Badan Energi Dunia Sebut Pusat Data AI Haus Listrik, Air, dan Lahan

  • 30 Sep 2026 17:33 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebutuhan listrik pusat data kecerdasan buatan diprediksi terus melonjak hingga akhir dekade ini. Lonjakan itu menuntut strategi hemat energi sekaligus menjaga pasokan air dan lahan yang memadai.

Badan Energi Internasional mencatat kebutuhan listrik pusat data global naik 17 persen sepanjang 2025. Laporan yang terbit Rabu, 16 April 2026, dan membahas hubungan energi dengan kecerdasan buatan (AI) secara menyeluruh. Kebutuhan listrik pusat data untuk AI sendiri diproyeksikan naik tiga kali lipat pada 2030.

Kenaikan itu terjadi karena pemakaian AI meluas meski konsumsi daya untuk tiap tugas terus menurun. "AI masih mengambil energi, tetapi kini juga menjadi pembuat energi," ujar laporan itu. Solusinya mencakup reaktor nuklir generasi baru, pusat data fleksibel, dan penyimpanan energi berdurasi panjang.

Riset Universitas Perserikatan Bangsa-Bangsa menyoroti dampak AI lain yang jarang dibahas, yakni air dan lahan. Kajian yang terbit pada Senin, 8 Juni 2026, memperkirakan konsumsi listrik AI mencapai 945 terawatt-jam pada 2030. Konsumsi airnya setara kebutuhan 1,3 miliar orang dan kebutuhan lahannya menyerupai dua kali wilayah Jabodetabek.

Sekitar 80 sampai 90 persen konsumsi energi AI justru berasal dari pengoperasian sehari-hari, bukan pelatihan model. "Satu layanan AI yang banyak digunakan diperkirakan memproses sekitar 2,5 miliar permintaan per hari," ucap para peneliti. Efisiensi teknologi pun dinilai belum tentu menekan konsumsi total akibat efek pantulan.

Komdigi memaparkan arah pengembangan pusat data nasional dalam forum Data Center Asia Indonesia, 2 sampai 5 September 2026. Menurut Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi Denny Setiawan, penguatan konektivitas menjadi fondasi utama. "Kami tengah merumuskan peta jalan infrastruktur digital terintegrasi," ujarnya.

Empat aspek ketahanan menjadi tulang punggungnya, mulai tata ruang sampai kesiapan talenta digital. Komdigi menargetkan serat optik menjangkau 90 persen kecamatan dan pita lebar seluler bagi 98 persen penduduk. Fondasi itu diharapkan membuat pertumbuhan AI tak lagi membebani listrik, air, dan lahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....