Waspada Telepon Hening, Pelaku Curi Suara Anda untuk Menipu

  • 30 Sep 2026 17:32 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Panggilan dari nomor asing yang hening dapat menjadi jebakan pencurian suara yang merugikan. Pelaku memakai rekaman singkat suara korban untuk diolah menjadi tiruan sangat mirip aslinya dengan bantuan kecerdasan buatan.

Modus itu dikenal sebagai telepon hening dan kini disosialisasikan kepada masyarakat oleh pemerintah daerah. Pelaku menghubungi korban dari nomor tak dikenal, lalu sengaja tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Keheningan itu memancing korban menyapa agar suaranya terekam jernih oleh pelaku penipuan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Mugiya Wardhany mengingatkan bahaya modus itu, Jumat, 17 April 2026. Ia menyarankan protokol diam lebih dulu ketika menerima panggilan dari nomor asing. Bila lima detik tidak ada suara, panggilan sebaiknya dimatikan dan nomor asing itu langsung diblokir.

Otoritas Jasa Keuangan mencatat 1.379 laporan penipuan berbasis kecerdasan buatan hingga akhir Juni 2026. Dicky Kartikoyono, pejabat pengawas di lembaga itu, menyebut kloning suara sebagai salah satu modus terbanyak. Laporan tersebut masuk ke pusat penanganan penipuan yang berdiri sejak November 2024.

Kloning suara bekerja dengan melatih perangkat lunak memakai banyak sampel rekaman asli. Dosen Sistem Informasi Universitas Hayam Wuruk Perbanas Moch. Anang Karyawan menilai tokoh publik lebih rentan terhadap penyalahgunaan. Rekaman suara mereka tersebar luas di ruang digital sehingga mudah dipakai pelaku, ucapnya, Minggu, 22 Februari 2026.

Korban yang panik sering langsung menuruti permintaan transfer dari suara yang mirip kerabat dekatnya. Anang menyarankan setiap keluarga menyiapkan kata sandi rahasia yang hanya diketahui anggota inti. Panggilan video dengan gerakan spontan seperti memutar kepala juga bisa memastikan identitas lawan bicara.

Aplikasi pelacak nomor di ponsel membantu menandai panggilan mencurigakan yang pernah dilaporkan pengguna lain sebagai penipuan. Warga juga perlu mengingatkan kerabat terdekat soal risiko penyalahgunaan suara mereka oleh pelaku. Kewaspadaan bersama tetap menjadi benteng utama sebelum aturan hukum menyesuaikan diri dengan cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....