Active Recall, Cara Belajar Mahasiswa agar Tak Mudah Lupa
- 22 Sep 2026 17:16 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Belajar berjam-jam dengan membaca materi berulang kali belum tentu membuat informasi lebih mudah diingat. Mahasiswa dapat mencoba active recall, teknik belajar yang mengajak otak secara aktif mengambil kembali informasi dari ingatan tanpa melihat catatan.
Dikutip dari laman umkt.ac.id, Selasa 22 September 2026, active recall berbeda dari passive learning yang lebih banyak mengandalkan aktivitas membaca, menandai teks, atau mendengarkan penjelasan. Dalam active recall, mahasiswa justru menguji dirinya sendiri untuk mengetahui sejauh mana materi benar-benar dipahami.
Teknik tersebut berkaitan dengan konsep retrieval practice dalam penelitian tentang memori. Saat seseorang berusaha mengingat kembali informasi yang telah dipelajari, proses tersebut membantu memperkuat kemampuan mengakses informasi pada kesempatan berikutnya.
Penerapannya pun cukup sederhana. Mahasiswa dapat membuat flashcard berisi pertanyaan dan jawaban, menyusun pertanyaan berdasarkan materi kuliah, atau mencoba menjelaskan kembali suatu konsep dengan bahasa sendiri tanpa membuka catatan.
Misalnya, setelah mempelajari sebuah teori, mahasiswa dapat menutup buku dan bertanya kepada diri sendiri, “Apa pengertian teori ini?” atau “Bagaimana teori ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?” Jika tidak mampu menjawab, catatan dapat dibuka kembali untuk melengkapi bagian yang masih terlupakan.
Dalam kegiatan praktikum, teknik serupa dapat digunakan dengan mengingat kembali fungsi alat, tahapan prosedur, alasan di balik setiap langkah, hingga kemungkinan kesalahan yang dapat terjadi sebelum praktik dimulai.
Agar informasi lebih lama tersimpan dalam ingatan, active recall juga dapat dipadukan dengan spaced repetition. Metode ini dilakukan dengan mengulang materi dalam rentang waktu tertentu, bukan mempelajarinya sekaligus dalam waktu singkat.
Active recall memang membutuhkan usaha mental lebih besar dibandingkan sekadar membaca ulang. Namun, kebiasaan menguji diri sendiri secara rutin dapat membantu mahasiswa mengetahui bagian materi yang sudah dikuasai dan bagian yang masih perlu dipelajari.
Mahasiswa juga tidak perlu menunggu menjelang ujian untuk menerapkannya. Beberapa menit setelah perkuliahan dapat digunakan untuk menutup catatan, mengingat kembali materi, lalu menjelaskan poin-poin penting dengan bahasa sendiri.
Pada akhirnya, belajar efektif bukan hanya tentang berapa lama seseorang membaca buku, tetapi bagaimana informasi diproses dan dapat dipanggil kembali ketika dibutuhkan. Active recall dapat menjadi salah satu strategi sederhana bagi mahasiswa untuk membangun pemahaman dan daya ingat yang lebih kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....