11 Mahasiswa Jepang Ikuti Program Pertukaran di Unmul
- 15 Sep 2026 20:11 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Sebanyak 11 mahasiswa dari Jepang mengikuti Inbound International Student Exchange Program (ISEP) 2026 Batch 4 yang diselenggarakan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis (FKLT) Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, 14–25 September 2026.
Program pertukaran mahasiswa ini menjadi bagian dari kerja sama akademik FKLT Unmul dengan tiga perguruan tinggi di Jepang, yakni Kyoto Prefectural University, Kyoto University, dan Mie University. Kolaborasi tersebut berfokus pada bidang kehutanan dan lingkungan tropis.
Dikutip dari laman unmul.ac.id, Selasa 15 September 2026, para mahasiswa Jepang mengikuti program bersama satu student staff dan dua dosen pendamping dari universitas mitra. Kegiatan diawali dengan makan siang bersama di Gedung Bundar Kehutanan FKLT Unmul sebelum dilanjutkan dengan pembukaan program.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FKLT Unmul, Erwin, mengatakan ISEP 2026 merupakan pelaksanaan tahun keempat secara berturut-turut. Program tersebut menjadi bentuk pertukaran akademik antara Unmul dan perguruan tinggi mitra di Jepang.
"Ini adalah tahun keempat pelaksanaan ISEP secara berturut-turut. Program ini menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara mahasiswa kedua negara," ujar Erwin.
Menurut Erwin, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga memperluas wawasan mahasiswa mengenai pengelolaan hutan tropis. Peserta akan mendapatkan materi terkait pendidikan, penelitian, dan teknologi kehutanan yang selaras dengan Pola Ilmiah Pokok (PIP) Unmul.
Selama program berlangsung, mahasiswa Jepang akan mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari kuliah kehutanan, praktik penanaman dan rehabilitasi hutan, hingga pengenalan kehidupan dan budaya masyarakat di sekitar kawasan hutan. Mereka juga dijadwalkan mengunjungi Desa Budaya Pampang, Tenggarong, serta sejumlah museum untuk mengenal budaya Kalimantan Timur.
Salah satu kegiatan utama pada hari pertama adalah penanaman pohon di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Unmul. Peserta menanam bibit ulin sebagai bagian dari pengenalan praktik pelestarian hutan tropis Kalimantan.
Penanaman diawali dengan demonstrasi oleh Muhammad Rosyid Ridho. Selanjutnya, setiap peserta menanam satu bibit ulin. Kegiatan dilanjutkan dengan short lecture mengenai keanekaragaman vegetasi KHDTK Unmul yang disampaikan dosen FKLT, Andi Nugroho.
Rektor Unmul yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Lambang Subagiyo, mengapresiasi konsistensi FKLT dalam menjalankan program tersebut. Menurutnya, ISEP menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi Unmul.
"Sangat mengapresiasi kegiatan ini yang berjalan sangat baik selama empat tahun," ucap Lambang.
Dalam mendukung mahasiswa asing yang mengikuti program jangka pendek, Unmul juga memberikan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) non-gelar. NIM tersebut digunakan sebagai identitas peserta selama mengikuti kegiatan di lingkungan Unmul.
Program ISEP 2026 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pertukaran selama dua pekan. FKLT Unmul mendorong peserta tetap membangun komunikasi dan jejaring dengan mahasiswa serta akademisi Indonesia untuk membuka peluang kerja sama akademik dan pengembangan karier di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....