Twitter Kembali dengan Platform Baru Twitter.now, Siap Jadi Pesaing X
- 01 Sep 2026 11:53 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Platform media sosial Twitter kembali muncul dengan wajah baru setelah sempat berganti nama menjadi X. Kali ini, layanan tersebut hadir melalui proyek bernama Operation Bluebird yang digagas sejumlah pihak, termasuk Stephen Coates, mantan penasihat hukum Twitter. Platform baru itu kini dapat diakses melalui Twitter.now.
Kemunculan kembali Twitter terjadi ketika sengketa merek antara Elon Musk, X, dan kelompok di balik Operation Bluebird masih berlangsung di pengadilan. Meski proses hukum belum sepenuhnya selesai, pengembang memilih meluncurkan platform tersebut setelah menunggu selama berbulan-bulan.
Dikutip dari Engadget dan Ars Technica, Selasa 1 September 2026, Coates memperkenalkan Twitter.now kepada publik melalui unggahan di LinkedIn. Ia mengatakan, rencana untuk menghidupkan kembali Twitter telah disiapkan selama beberapa waktu sebelum platform tersebut resmi diluncurkan.
Twitter.now Hidupkan Kembali Identitas Twitter Lama
Platform baru ini berupaya menghidupkan kembali identitas Twitter yang dahulu dikenal luas. Tampilannya didominasi warna biru dan menggunakan logo burung yang dibuat menyerupai identitas Twitter lama, meskipun terdapat sejumlah perbedaan pada desainnya.
Operation Bluebird berpendapat bahwa identitas dan kekayaan intelektual Twitter telah ditinggalkan setelah Elon Musk mengakuisisi perusahaan tersebut pada 2022. Musk kemudian mengganti nama perusahaan dan logonya menjadi X.
Kelompok tersebut menilai perubahan itu membuka peluang untuk menggunakan kembali nama Twitter. Namun, persoalan merek dagang masih menjadi bagian penting dalam perselisihan tersebut.
Engadget melaporkan, Hakim Pengadilan Distrik Amerika Serikat Colm Connolly sebelumnya menyampaikan dalam putusan awal bahwa X belum memberikan bukti yang meyakinkan terkait penggunaan merek "tweet" maupun logo burung.
Coates, yang kini menjadi penasihat hukum entitas baru tersebut, mengatakan pihaknya menilai X telah meninggalkan hak atas merek Twitter dan istilah "tweet".
"Menurut pandangan kami, X telah meninggalkan hak atas merek Twitter dan istilah 'tweet'," ujar Coates.
Twitter Baru Fokus pada Pengguna dan Informasi Tepercaya
Meski membawa kembali nama Twitter, platform tersebut berusaha menawarkan pendekatan yang berbeda dari media sosial modern.
Operation Bluebird mengkritik penggunaan algoritma yang dinilai dapat mendorong kemarahan pengguna, keberadaan bot, serta meningkatnya kesulitan dalam membedakan informasi yang benar dan palsu.
"Kami berpikir ada model yang lebih baik," demikian salah satu bagian dari pernyataan misi platform tersebut. Pernyataan itu menekankan upaya untuk mengembalikan kendali platform kepada pengguna.
Twitter.now juga dilengkapi alat berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Vera. Nama tersebut merupakan singkatan dari veracity engine for real-time analysis.
Teknologi AI itu dirancang untuk memeriksa fakta dalam unggahan sehingga pengguna dapat mengetahui apakah informasi yang mereka lihat memiliki dasar yang dapat dipercaya. Namun, sistem tersebut masih berada pada tahap awal dan disebut memiliki sejumlah kendala.
Twitter.now Terapkan Biaya Pendaftaran
Berbeda dengan sebagian besar platform media sosial yang dapat digunakan secara gratis, Twitter versi baru untuk sementara menerapkan biaya pendaftaran.
Pengguna yang ingin menjadi "founder" dikenai pembayaran satu kali sebesar 20 dolar AS atau sekitar Rp355 ribu untuk memperoleh status tersebut.
Pihak platform menyebut biaya tersebut diterapkan untuk membantu mengurangi keberadaan bot sekaligus menjaga independensi layanan dari kepentingan pihak lain.
Twitter.now menyatakan skema akses berbayar itu diharapkan dapat memastikan akun yang bergabung berasal dari pengguna nyata, bukan bot. Pengembang juga berencana memperluas akses platform kepada lebih banyak pengguna pada tahap berikutnya.
"Gerbang berbayar membuktikan bahwa ada orang sungguhan di balik akun tersebut," demikian alasan yang disampaikan platform.
Operation Bluebird juga menyatakan layanan tersebut nantinya akan dibuka untuk lebih banyak pengguna. Namun, belum dijelaskan secara pasti apakah platform tersebut akan menyediakan opsi akses gratis.
Twitter Hadapi Persaingan dengan X
Dengan kembalinya nama Twitter, persaingan di ranah media sosial berbasis percakapan kembali mendapat warna baru.
Twitter.now harus menghadapi X yang telah berkembang jauh sejak perubahan identitas pada 2023. Pada saat yang sama, platform baru tersebut perlu membuktikan apakah nostalgia terhadap Twitter dapat diubah menjadi komunitas pengguna yang aktif.
Sementara itu, Coates mengatakan pihaknya tidak ingin kembali menunda peluncuran Twitter.now meski proses hukum yang melibatkan platform tersebut dan X masih berlangsung.
"Kami sudah menunggu selama berbulan-bulan untuk meluncurkan produk ini. Kali ini, kami memutuskan untuk tidak menundanya lagi," ujar Coates.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....