Nezar Patria: Transformasi Digital UMKM Harus Dorong Produktivitas dan Daya Saing

  • 27 Agt 2026 19:26 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta - Transformasi digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai tidak lagi cukup hanya pada tahap adopsi teknologi atau sekadar hadir di platform digital. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan pengembangan UMKM kini harus diarahkan pada peningkatan produktivitas dan daya saing agar mampu berkembang lebih cepat serta menembus pasar yang lebih luas.

Hal tersebut disampaikan Nezar Patria saat menghadiri Gala Dinner dan Serah Terima Amanah (Sertinah) Pengurus Komunitas Tangan Di Atas (TDA) di Jakarta Selatan, Sabtu 22 Agustus 2026, dikutip dari laman Komdigi.go.id.

Menurut Nezar, tingkat penetrasi internet nasional yang telah mencapai 80,6 persen menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Namun, fokus pemerintah saat ini tidak lagi hanya memperluas akses konektivitas, tetapi memastikan konektivitas tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

“Kalau dulu kita masih pakai bendera go digital, UMKM go digital, sekarang saya kira kita harus mengarah kepada go produktif dan go kompetitif,” ujar Nezar.

Ia menjelaskan, pemanfaatan platform digital harus mampu membantu UMKM meningkatkan efisiensi usaha, memperluas pasar, serta memperkuat kapasitas bisnis. Dengan pendekatan tersebut, pelaku usaha tidak hanya hadir secara digital, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas produk dan layanan agar lebih kompetitif di pasar.

Nezar mencontohkan sejumlah UMKM yang berhasil naik kelas berkat pemanfaatan teknologi digital secara optimal. Bahkan, tidak sedikit pelaku usaha yang mampu memperluas jangkauan pasar hingga tingkat internasional.

“Ada banyak sekali contoh-contoh yang bisa kita lihat. Dengan adanya go produktif dan go kompetitif melalui platform digital ini, sejumlah UMKM naik kelas, sejumlah UMKM juga bisa besar. Dan ada banyak yang sudah go global juga,” katanya.

Selain pemanfaatan teknologi, Nezar menilai peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM juga harus didukung kolaborasi yang kuat antarpelaku usaha. Menurutnya, pertumbuhan bisnis tidak dapat dicapai secara individual, tetapi membutuhkan ekosistem yang saling mendukung dan memperkuat.

Dalam konteks tersebut, filosofi Komunitas Tangan Di Atas (TDA) dinilai relevan dengan kebutuhan pengembangan UMKM saat ini. Semangat berbagi pengalaman, pengetahuan, dan peluang usaha menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Karena itu, Nezar mendorong komunitas TDA untuk terus memperkuat jejaring antaranggota serta membangun ruang kolaborasi yang memungkinkan pelaku UMKM saling bertukar keterampilan dan pengalaman, sekaligus membuka peluang bisnis baru.

Dengan dukungan ekosistem yang kuat, transformasi digital diharapkan tidak hanya menghasilkan lebih banyak UMKM yang terhubung secara daring, tetapi juga melahirkan pelaku usaha yang produktif, kompetitif, dan mampu bersaing di pasar global.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi digital Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor UMKM yang lebih tangguh dan inovatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....