Akun Media Sosial Bisa Diretas lewat DM, cek Modus yang Sedang Marak

  • 30 Jul 2026 08:37 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Media sosial menjadi sarana komunikasi yang digunakan jutaan orang setiap hari. Namun, fitur Direct Message (DM) kini juga semakin sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk mencuri akun melalui berbagai teknik rekayasa sosial (social engineering).

Pelaku biasanya mengirimkan pesan yang mengatasnamakan teman, perusahaan, atau bahkan tim dukungan platform media sosial. Isi pesannya beragam, mulai dari ajakan memilih dalam sebuah kompetisi, pemberitahuan pelanggaran hak cipta, hingga tawaran kerja sama atau hadiah yang mengharuskan korban mengklik sebuah tautan.

Dilansir dari panduan keamanan siber yang diterbitkan oleh Cybersecurity and Infrastructure Security Agency pada Oktober 2024, serangan phishing melalui pesan pribadi menjadi salah satu metode yang paling sering digunakan untuk memperoleh kredensial akun pengguna. Pelaku memanfaatkan rasa percaya, rasa penasaran, atau kepanikan agar korban mengikuti instruksi tanpa melakukan verifikasi.

Setelah tautan diklik, korban biasanya diarahkan ke halaman login yang dibuat menyerupai tampilan resmi media sosial. Tanpa disadari, nama pengguna, kata sandi, bahkan kode verifikasi yang dimasukkan akan langsung dikirim kepada pelaku sehingga akun dapat diambil alih dalam waktu singkat.

Selain tautan palsu, ada juga modus yang meminta korban mengirimkan kode OTP atau tautan pemulihan akun dengan alasan membantu proses verifikasi. Padahal, informasi tersebut bersifat rahasia dan dapat digunakan untuk membajak akun.

Untuk menghindari modus tersebut, masyarakat disarankan tidak langsung mempercayai pesan yang diterima melalui DM, meskipun dikirim oleh akun teman. Akun tersebut bisa saja telah diretas dan digunakan untuk menyebarkan tautan phishing kepada daftar kontak korban.

Pengguna juga dianjurkan selalu memeriksa alamat situs (URL) sebelum melakukan login, mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), serta tidak pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun. Jika menerima pesan yang mencurigakan, lakukan konfirmasi melalui saluran komunikasi lain sebelum mengambil tindakan.

Selain itu, rutin periksa aktivitas login pada akun media sosial dan segera ubah kata sandi apabila terdapat akses dari perangkat atau lokasi yang tidak dikenal. Menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun juga dapat membantu meminimalkan dampak apabila terjadi kebocoran data.

Dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap pesan pribadi yang mencurigakan dan membiasakan diri memverifikasi setiap permintaan yang diterima, masyarakat dapat mengurangi risiko pembajakan akun media sosial dan menjaga keamanan data pribadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....