Waspada Malware Vidar yang Menyebar Melalui Video Pendek di Media Sosial

  • 17 Jun 2026 19:36 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Media sosial seperti TikTok dan Instagram kini tidak hanya menjadi sarana hiburan dan berbagi informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksinya. Salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah penyebaran malware melalui konten video pendek yang beredar di platform media sosial.

Dilansir dari laporan perusahaan keamanan siber ReversingLabs pada Juli 2025, pelaku kejahatan siber diketahui memanfaatkan video pendek untuk menyebarkan malware bernama Vidar kepada pengguna internet.

Vidar merupakan jenis malware yang dirancang untuk mencuri berbagai informasi sensitif dari perangkat korban. Data yang menjadi target antara lain nama pengguna dan kata sandi akun, cookie browser, token sesi login, data dompet kripto, hingga berbagai dokumen dan file pribadi yang tersimpan di komputer.

Dalam laporannya, ReversingLabs menjelaskan bahwa metode ini menunjukkan perubahan pola serangan siber. Jika sebelumnya pelaku banyak menggunakan email phishing untuk menjebak korban, kini mereka mulai memanfaatkan media sosial dan konten video pendek sebagai sarana penyebaran malware.

Para peneliti menilai metode tersebut cukup efektif karena memanfaatkan teknik rekayasa sosial (social engineering). Pelaku biasanya mengarahkan pengguna untuk mengunjungi situs tertentu atau mengunduh file yang tampak aman, padahal telah disusupi malware berbahaya.

Menurut peneliti ReversingLabs, rekayasa sosial masih menjadi salah satu cara paling efektif bagi penjahat siber untuk menjangkau korban karena memanfaatkan rasa penasaran dan kepercayaan pengguna terhadap konten yang mereka lihat di media sosial.

Untuk menghindari risiko tersebut, pengguna disarankan tidak sembarangan mengklik tautan yang dibagikan melalui video atau kolom komentar, menghindari mengunduh file dari sumber yang tidak jelas, serta selalu menggunakan antivirus yang diperbarui secara berkala.

Selain itu, penting untuk mengaktifkan fitur keamanan tambahan pada akun digital dan memastikan sistem operasi serta aplikasi yang digunakan selalu mendapatkan pembaruan keamanan terbaru.

Dengan meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan media sosial, masyarakat dapat mengurangi risiko menjadi korban malware dan menjaga keamanan data pribadi dari ancaman kejahatan siber.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....