FKM Unmul Ajak Perguruan Tinggi Kalimantan Perkuat Kolaborasi Kependudukan

  • 24 Jul 2026 15:16 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perguruan tinggi di Pulau Kalimantan didorong berperan aktif dalam pembangunan kependudukan melalui penguatan kolaborasi akademik dan riset. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman, Iwan Muhammad Ramdan, menyampaikan hal tersebut dalam Webinar Peringatan Hari Kependudukan Dunia Tahun 2026 Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, pada Rabu 22 Juli 2026. Ia menyebut FKM Unmul mendapat amanah sebagai koordinator wilayah Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan.

Iwan berharap perguruan tinggi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dapat segera bergabung dalam konsorsium tersebut. Kolaborasi antarkampus dinilai penting untuk memperkuat kontribusi akademisi terhadap berbagai persoalan kependudukan di wilayah Kalimantan.

“Mudah-mudahan perguruan tinggi di Pulau Kalimantan segera bisa bergabung sehingga kita bisa melakukan atau berkontribusi terhadap pembangunan kependudukan di wilayah kita,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya berperan sebagai teaching university. Perguruan tinggi harus berkembang menjadi population intelligence hub yang menghasilkan data, pengetahuan, inovasi, kebijakan, serta sumber daya manusia unggul untuk mendukung pembangunan kependudukan berkelanjutan.

Iwan menjelaskan, perguruan tinggi memiliki tiga peran utama, yakni sebagai penghasil ilmu pengetahuan, penghasil sumber daya manusia, dan pemberi solusi. Riset yang dilakukan dosen dan mahasiswa dapat menghasilkan data serta rekomendasi kebijakan yang membantu pemerintah mengambil keputusan berbasis bukti.

"Kolaborasi tersebut menjadi semakin penting di tengah perubahan demografi dan perkembangan IKN yang mendorong migrasi, investasi, serta pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Timur. Perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan kajian dan solusi pembangunan kependudukan yang lebih terarah dan terukur," kata Iwan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....