Perpustakaan Kota Samarinda Perkuat Budaya Literasi dengan Peningkatan Layanan
- 24 Jul 2026 15:57 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Budaya literasi merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan dan memiliki daya saing. Di Kota Samarinda, Dinas Perpustakaan terus berupaya meningkatkan minat baca masyarakat melalui berbagai inovasi layanan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Erham Yusuf, menilai minat baca masyarakat Samarinda tergolong baik. Hal tersebut terlihat dari tingginya jumlah kunjungan ke perpustakaan yang rata-rata mencapai lebih dari 300 pengunjung setiap hari.
Kepada RRI, Erham mengatakan tingginya angka kunjungan menjadi salah satu indikator bahwa masyarakat memiliki ketertarikan untuk membaca dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan.
"Kalau menurut saya, literasi masyarakat Samarinda, terutama dalam hal minat baca, itu bagus. Tingkat kunjungan perpustakaan relatif tinggi, rata-rata lebih dari 300 pengunjung setiap hari," ujarnya.
Untuk meningkatkan pelayanan, sejak tahun 2025 Perpustakaan Kota Samarinda memperpanjang jam operasional hingga malam hari. Selain itu, layanan tetap dibuka pada hari Sabtu dan menghadirkan mobil perpustakaan keliling saat kegiatan Car Free Day setiap hari Minggu.
Erhan menjelaskan, kebijakan tersebut bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tidak dapat berkunjung pada jam kerja reguler. Menurutnya, pekerja, mahasiswa, dan berbagai kalangan kini memiliki kesempatan lebih luas untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan.
Ia mengungkapkan, kondisi tempat parkir yang penuh pada malam hari menjadi bukti meningkatnya kunjungan masyarakat. Semakin banyak pengunjung yang datang, semakin besar pula peluang masyarakat untuk membaca dan meminjam buku.
Selain meningkatkan akses layanan, perpustakaan juga berperan dalam memperkuat penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Erhan mengatakan, sebagian besar koleksi menggunakan bahasa Indonesia baku sehingga pembaca secara tidak langsung ikut mempelajari kaidah bahasa yang sesuai dengan EYD dan KBBI.
Ia menambahkan, budaya literasi sebaiknya ditanamkan sejak usia dini melalui kebiasaan sederhana di lingkungan keluarga. Ia menyarankan agar orang tua membiasakan anak mendengarkan dongeng, memberikan hadiah berupa buku, serta mengajak mereka mengunjungi toko buku agar kecintaan terhadap membaca tumbuh sejak kecil.
Berbagai strategi yang diterapkan Dinas Perpustakaan Kota Samarinda menunjukkan komitmen dalam membangun budaya literasi masyarakat. Melalui peningkatan layanan, perluasan akses, dan dukungan keluarga, diharapkan minat baca masyarakat terus meningkat sehingga melahirkan generasi yang cerdas, kritis, dan gemar belajar sepanjang hayat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....