Generasi Muda Samarinda Didorong Bijak Berbahasa di Medsos
- 11 Jun 2026 13:52 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Media sosial kini menjadi ruang publik yang digunakan hampir semua kalangan, terutama generasi muda. Namun, perkembangan tersebut juga diikuti perubahan perilaku dalam berkomunikasi yang menjadi perhatian banyak pihak.
Influencer asal Samarinda, Lisda Maulida, menilai penggunaan bahasa di media sosial saat ini semakin memprihatinkan. Menurutnya, bahasa kasar dan ungkapan yang tidak santun mulai dianggap sebagai hal yang lumrah di kalangan anak muda.
Ia mengatakan fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Kalimantan, tetapi juga ditemukan di berbagai daerah lain. Banyak masyarakat yang mengeluhkan cara berbahasa generasi muda yang dinilai kurang menghargai orang lain di ruang publik maupun media sosial.
“Standar keren itu tidak harus berbahasa kasar dan tidak harus menggunakan kata-kata yang tidak baik. Generasi muda justru harus memiliki nilai yang lebih edukatif dan motivatif,” kata Lisda pada Rabu 10 Juni 2026.
Menurut Lisda, media sosial seharusnya menjadi sarana untuk menunjukkan kemampuan, hobi, dan kreativitas yang bermanfaat. Ia mengajak generasi muda untuk menjadi kreator konten yang menghadirkan nilai positif bagi masyarakat.
Lisda mencontohkan berbagai aktivitas seperti olahraga, bernyanyi, melukis, maupun kegiatan edukatif lainnya dapat dijadikan konten yang menarik. Selain menjadi sarana berekspresi, konten tersebut juga dapat mendukung pembentukan personal branding yang baik.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap unggahan memiliki dampak terhadap audiens. Karena itu, kreator konten perlu mempertimbangkan manfaat dan risiko dari setiap materi yang dipublikasikan.
Melalui konten yang dibuatnya, Lisda berharap semakin banyak generasi muda yang menyadari pentingnya etika berbahasa di dunia digital. Dengan demikian, media sosial dapat menjadi ruang yang sehat untuk berbagi inspirasi, pengetahuan, dan motivasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....