Memutus Rantai Pemborosan : Langkah Kecil Menghindari Korsleting Listrik

  • 02 Jun 2026 04:58 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Di tengah gaya hidup digital yang semakin intens pada tahun 2026, kebiasaan membiarkan pengisi daya ponsel tetap terpasang di stopkontak tanpa beban telah menjadi 'normalitas yang berbahaya'. Fenomena yang dikenal sebagai daya hantu atau vampire power ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan ancaman nyata bagi efisiensi energi dan keamanan rumah tangga.

Banyak pengguna tidak menyadari bahwa adaptor charger mengandung komponen transformator yang terus bekerja mengubah arus listrik selama ia terhubung dengan sumber daya, meskipun tidak ada ponsel yang sedang diisi.

Secara ekonomi, pemborosan ini tampak kecil secara individu, namun berdampak besar secara kolektif. Mengenai hal ini, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, dalam keterangannya yang dilansir LKBN Antara pada 15 Januari 2026 menyatakan masyarakat harus menyadari bahwa satu pengisi daya yang dibiarkan terpasang tanpa digunakan menyedot daya sekitar nol koma lima watt per jam.

"Jika ini dilakukan jutaan orang secara bersamaan, kita tidak hanya membuang energi secara masif, tetapi juga memperbesar potensi risiko korsleting listrik di ruang privat kita," katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan, beban hantu bukan hanya soal biaya, melainkan soal beban sistem kelistrikan nasional yang tidak perlu. Lebih jauh lagi, risiko keselamatan jiwa menjadi taruhan utama. Adaptor yang terus-menerus dialiri arus listrik akan mengalami panas laten yang dapat memicu degradasi isolasi kabel.

Dalam kondisi ekstrem, terutama jika menggunakan perangkat non-orisinal yang tidak memiliki standar keamanan termal yang ketat, panas tersebut dapat memicu thermal runaway atau korsleting yang berakhir pada kebakaran. Oleh karena itu, langkah sederhana seperti mencabut charger setelah digunakan bukan lagi sekadar himbauan hemat energi, melainkan protokol keselamatan wajib di setiap rumah tangga modern.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....