Meta Tambah Fitur Pengawasan AI, Orang Tua Kini Bisa Pantau Aktivitas Remaja

  • 24 Apr 2026 11:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perusahaan teknologi Meta mengumumkan pembaruan fitur pengawasan yang memungkinkan orang tua memantau topik percakapan anak remaja mereka dengan chatbot Meta AI. Fitur ini berlaku untuk penggunaan di platform seperti Facebook, Messenger, dan Instagram.

Melalui pembaruan ini, orang tua dapat mengakses tab baru bernama “Insights” di pusat pengawasan. Melansir Techcrunch, Tab tersebut menampilkan ringkasan topik yang dibahas remaja dengan Meta AI selama satu minggu terakhir. Topik yang ditampilkan beragam, mulai dari pendidikan, hiburan, gaya hidup, hingga kesehatan dan kesejahteraan.

Meta menjelaskan, setiap topik akan dipecah menjadi subkategori yang lebih rinci. Misalnya, kategori “gaya hidup” mencakup mode, makanan, dan liburan, sementara “kesehatan dan kesejahteraan” meliputi kebugaran, kesehatan fisik, dan kesehatan mental.

Fitur ini saat ini telah tersedia di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, dan Brasil, serta akan diperluas secara global dalam beberapa minggu ke depan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Meta untuk meningkatkan perlindungan remaja di tengah penggunaan teknologi kecerdasan buatan. Sebelumnya, pada Oktober lalu, perusahaan telah memperkenalkan rencana pengembangan alat bantu bagi orang tua untuk mendampingi anak dalam berinteraksi dengan AI.

Meta juga sempat menguji fitur yang memungkinkan orang tua memblokir karakter AI tertentu. Namun, akses remaja terhadap karakter AI tersebut dihentikan secara global pada Januari, seiring rencana perusahaan mengembangkan versi yang lebih aman khusus untuk pengguna muda.

Karakter AI Meta sendiri merupakan persona interaktif dengan kepribadian tertentu yang dirancang menyerupai manusia, bahkan beberapa di antaranya terinspirasi dari figur publik seperti Snoop Dogg dan Paris Hilton.

Penghentian sementara fitur tersebut terjadi tidak lama sebelum persidangan kasus hukum di New Mexico, Amerika Serikat, yang menuduh Meta gagal melindungi keselamatan anak di platformnya. Dalam kasus tersebut, Meta dinyatakan bertanggung jawab secara hukum atas risiko yang membahayakan anak.

Kasus ini menjadi salah satu dari sejumlah gugatan yang dihadapi perusahaan teknologi besar terkait perlindungan anak di ruang digital. Situasi tersebut mendorong Meta untuk memperkuat sistem pengawasan dan transparansi bagi orang tua.

Selain fitur pemantauan, Meta juga memperkenalkan panduan percakapan bagi orang tua agar dapat berdiskusi secara terbuka dengan anak mengenai penggunaan AI. Perusahaan juga membentuk dewan ahli baru di bidang kesejahteraan AI guna memastikan pengembangan teknologi yang lebih aman bagi remaja.

Langkah ini menegaskan upaya Meta dalam merespons meningkatnya kekhawatiran publik terhadap dampak teknologi AI terhadap generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....