Tips Mengurangi Risiko Mata Lelah akibat Terlalu Lama Menatap Layar
- 15 Apr 2026 07:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Penggunaan perangkat digital seperti komputer, laptop, tablet, dan smartphone telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat modern. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar untuk bekerja, belajar, maupun hiburan.
Namun, terlalu lama menatap layar dapat menyebabkan mata lelah atau digital eye strain. Kondisi ini biasanya ditandai dengan mata kering, penglihatan kabur, sakit kepala, hingga rasa pegal di sekitar area mata.
Dilansir dari jurnal penelitian yang dipublikasikan melalui National Library of Medicine, mata lelah akibat penggunaan layar dalam waktu lama terjadi karena otot mata bekerja terus-menerus untuk fokus tanpa istirahat yang cukup.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko mata lelah adalah menerapkan metode 20-20-20. Metode ini dilakukan dengan mengalihkan pandangan setiap 20 menit selama 20 detik ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter.
Selain itu, menjaga jarak pandang layar juga penting untuk mengurangi tekanan pada mata. Jarak ideal antara mata dengan layar umumnya sekitar 50 hingga 70 sentimeter agar mata tetap nyaman saat melihat perangkat digital.
Pengguna juga dianjurkan menyesuaikan tingkat kecerahan layar dengan kondisi pencahayaan ruangan. Layar yang terlalu terang maupun terlalu redup dapat membuat mata bekerja lebih keras sehingga mempercepat rasa lelah.
Kebiasaan berkedip juga perlu diperhatikan saat menatap layar. Banyak orang tanpa sadar lebih jarang berkedip ketika fokus pada gadget, sehingga mata menjadi cepat kering. Berkedip secara normal membantu menjaga kelembapan alami mata.
Dengan menerapkan pola penggunaan layar yang sehat, seperti memberi waktu istirahat pada mata, menjaga jarak pandang, dan mengatur pencahayaan, risiko mata lelah akibat terlalu lama menatap layar dapat diminimalkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....