Mengapa Kecerdasan Buatan Sangat " Haus" Akan Memori RAM
- 13 Mar 2026 22:17 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pernahkah komputer Anda terasa lambat saat membuka banyak aplikasi secara bersamaan? Hal tersebut bisa terjadi karena perangkat Anda mulai kehabisan kapasitas Random Access Memory atau RAM.
RAM berfungsi seperti meja kerja yang menampung dokumen aktif agar cepat dijangkau oleh pengguna. Tanpa meja yang luas, pengguna terpaksa mengambil dokumen dari lemari penyimpanan yang membuat proses menjadi lebih lambat.
Prinsip meja kerja ini juga berlaku pada teknologi kecerdasan buatan yang kini makin populer. Menurut berbagai sumber yang dihimpun oleh rri.co.id, sistem kecerdasan buatan ini wajib mengolah miliaran parameter data secara bersamaan.
Agar dapat merespons dengan cepat, kecerdasan buatan sangat mengandalkan proses komputasi langsung di dalam RAM. Jika meja kerja ini terlalu sempit, proses berpikir kecerdasan buatan akan tersendat atau bahkan gagal.
Uniknya, spesifikasi RAM pada komputer pribadi sangat berbeda dengan memori pada Pusat Data AI. Komputer pribadi umumnya memakai tipe DDR yang dirancang untuk menyeimbangkan harga dan besaran kapasitas.
Pusat Data AI justru menggunakan teknologi canggih bernama 3D Stacked Memory atau "High Bandwidth Memory". Susunan vertikal layaknya gedung bertingkat ini menciptakan jalur aliran data super lebar dan sangat cepat.
Berkat inovasi 3D Stacked Memory inilah mesin pintar mampu melayani jutaan permintaan manusia dalam hitungan detik. Meskipun harga pembuatannya sangat mahal, teknologi ini dipastikan akan terus menjadi fondasi peradaban masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....