Masyarakat Samarinda Ditekankan Prinsip Kehati-Hatian Digital

  • 12 Feb 2026 15:38 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap maraknya penipuan pinjaman online (pinjol) ilegal yang beredar di berbagai platform digital. Banyaknya iklan dengan tawaran bunga rendah tanpa skema pembayaran yang jelas dinilai kerap menjerat masyarakat.

Menurut Dayat, masyarakat tidak boleh mudah percaya terhadap berbagai tawaran yang muncul di internet, termasuk promosi pinjaman dengan iming-iming proses cepat dan bunga ringan.

“Nah, ini yang mesti kita pelajari juga, bahwa kita tidak bisa percaya 100 persen. Itu yang harus ada dalam pikiran kita, bahwa orang menawarkan sesuatu kepada kita itu kita tidak boleh langsung percaya. Kita harus mengecek langsung. Kalau misalnya mau beli rumah, rumah ini benar dijual, jangan asal transfer,” ujarnya.

Ia menegaskan, prinsip kehati-hatian harus ditanamkan dalam setiap aktivitas transaksi maupun bisnis di ruang digital. Ia bahkan mengingatkan agar masyarakat menanamkan pola pikir untuk tidak mudah percaya terhadap mayoritas informasi atau tawaran yang beredar secara online.

“Kehati-hatian itu harus kita tanamkan di dalam berbisnis dan sebagainya. Karena di pikiran kita itu harus ditanamkan 90 persen di online ini tidak ada yang benar, supaya kita hati-hati. Kalau kita sudah berpikir seperti itu, pasti banyak selamatnya,” katanya.

Dayat menambahkan, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), semakin mempermudah pembuatan iklan yang tampak meyakinkan meski belum tentu benar. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terbuai oleh klaim yang belum jelas dasar dan legalitasnya.

“Tapi kalau kita sudah 100 persen percaya, iklan masuk obat bisa menyembuhkan ini dan itu padahal tidak ada penelitiannya, iklan dibuat sama AI, banyak tidak benarnya itu. Kalau di pikiran kita sudah ditanamkan kehati-hatian, kita jauh lebih tinggi kewaspadaannya,” ucapnya.

Sebagai langkah positif, Ia menyarankan masyarakat juga dapat memanfaatkan teknologi seperti ChatGPT dan berbagai AI lain untuk belajar lebih jauh tentang digitalisasi, serta mengakses jurnal resmi sebagai sumber informasi yang valid. Pendekatan ini membantu meningkatkan literasi digital dan keuangan, sehingga masyarakat lebih siap menghadapi risiko di dunia digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....