Afrika Selatan Hingga Kolombia Belajar Konsep Kota Hijau IKN
- 18 Okt 2025 11:00 WIB
- Samarinda
KBRN, Nusantara: Suasana di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Nusantara sore itu terasa hangat ketika delegasi dari berbagai negara berbagi pandangan tentang masa depan kota hijau di Ibu Kota Nusantara (IKN). Mereka datang dari jauh, mulai dari Afrika Selatan, Kolombia, Mongolia, hingga Jerman, untuk belajar bagaimana Indonesia membangun sebuah kota masa depan di tengah hutan Kalimantan.
“Rasanya seperti fiksi ilmiah,” ujar salah satu peserta sambil tersenyum. “Sebuah kota di tengah rimba, tapi begitu nyata dan ambisius,” kata delegasi Jerman ini di lokasi PLTS IKN, Kamis (16/10/2025).
BACA JUGA:
IKN Jadi Inspirasi Dunia Dalam Transisi Energi Hijau
Kunjungan ini merupakan bagian dari International Capacity Development Program (ICDP) for Coal Regions in Transition yang digagas GIZ bekerja sama dengan Kementerian ESDM, Bappenas, dan Otorita IKN. Tema besar yang diangkat, Just Energy Transition atau transisi energi berkeadilan, menjadi jembatan pertukaran pengetahuan antarnegara penghasil batu bara yang sedang bertransformasi menuju energi hijau.
Dari Afrika Selatan, Edwin Mametja, Kepala Divisi Perubahan Iklim dan Keanekaragaman Hayati Pemerintah Daerah Nkangala, menilai pembangunan IKN sebagai contoh nyata transformasi menuju ekonomi hijau.
“Datang ke sini adalah kesempatan besar untuk belajar,” katanya. “Kami menghadapi tantangan yang sama, bagaimana beralih dari batu bara ke energi terbarukan, dan bagaimana memberdayakan masyarakat agar tak ada yang tertinggal.”
BACA JUGA:
Delegasi Internasional Dukung IKN Jadi Kota Cerdas Hijau
Sementara itu, Marietta Torro Zuluaga, Penasihat Urusan Internasional Kementerian Pertambangan dan Energi Kolombia, menyebut IKN sebagai proyek yang melampaui zamannya.
“Menurut saya, Nusantara adalah contoh luar biasa tentang bagaimana kota pintar bisa selaras dengan lingkungan,” ucapnya. “Ini bukan hanya relevan bagi Kolombia, tapi juga bagi dunia.”
Dari Mongolia, Enkhtur Jambal, pejabat Kementerian Keluarga, Tenaga Kerja, dan Perlindungan Sosial, mengaku terinspirasi oleh PLTS Nusantara.
“Di negara kami, pagi hari sudah memakai energi surya, tapi malam hari masih tergantung pada batu bara. Apa yang dilakukan di sini memberi kami ide untuk mempercepat transisi energi bersih.”

Sementara itu, Commission Manager GIZ-IKI JET Global, Phillip Schattenmann, menyampaikan apresiasinya terhadap sambutan IKN dan menilai forum ini sebagai momentum penting bagi negara-negara penghasil batu bara.
“Kami berterima kasih atas sambutan hangat dari Nusantara. Ini waktu yang tepat untuk bertukar ide bagaimana dunia dapat beralih dari batu bara menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Phillip.
Para delegasi juga berdialog langsung dengan Agus Gunawan, Direktur Transformasi Hijau OIKN, yang menjelaskan bahwa saat ini PLTS IKN sudah menghasilkan 50 megawatt energi bersih, dan dalam waktu dekat akan bertambah hingga 200 megawatt.
“Kami ingin Nusantara menjadi kota dengan 100 persen energi terbarukan,” kata Agus.
Kesan serupa disampaikan oleh perwakilan International Institute for Sustainable Development (IISD), Bthann Jones. Ia menyebut pembangunan IKN sebagai “contoh yang harus dibagikan kepada dunia”.
“Kami akan menulis studi kasus tentang apa yang kami lihat di sini. Nusantara adalah inspirasi bagi kota-kota yang sedang beralih dari batu bara menuju masa depan hijau.”
Nusantara dibangun dengan tiga pilar utama: Smart City, Forest City, dan Sponge City. Yaitu kota yang cerdas secara digital, hijau secara ekologis, dan tangguh secara lingkungan.
Di mata para tamu dunia, konsep itu bukan sekadar teori, melainkan bukti bahwa masa depan kota berkelanjutan bisa dimulai dari tengah hutan Kalimantan.
“Kami semua di sini sangat terkesan dengan semua yang telah dilakukan sejauh ini dan kami yakin bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Nusantara akan menjadi salah satu kota paling penting, bukan hanya di Indonesia atau Asia, tapi di dunia,” tutur Marietta Torro Zuluaga, International Affairs Advisor, Ministry of Mines and Energy Colombia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....