Bupati Berau dan Ribuan Warga Salat Istisqa, Memohon Hujan di tengah Kemarau
- 31 Agt 2026 11:19 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Di bawah terik matahari, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama ribuan warga melaksanakan salat istisqa di Lapangan GOR Jalan Pemuda, Kabupaten Berau, Minggu 30 Agustus 2026.
Salat istisqa tersebut menjadi wujud ikhtiar dan doa bersama untuk memohon rahmat Allah SWT berupa hujan di tengah kemarau berkepanjangan yang melanda Bumi Batiwakkal.
Turut hadir Wakil Bupati Berau Gamalis, Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto, serta Dandim 0902/Berau Letkol Inf. Muhammad Faisal Idris. Salat istisqa dipimpin KH Burhanuddin Harahap, sedangkan khutbah disampaikan Ustaz Jamiruddin.
| Baca juga: Menyulap Jagung Mentah Jadi Produk Berkelas |
Usai melaksanakan ibadah bersama masyarakat, Sri Juniarsih menyampaikan pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menangani dampak kemarau yang terjadi di Berau.
"Selama ini, kami telah berikhtiar sekuat tenaga melalui berbagai teknologi, menjalin kerja sama yang erat antara pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh masyarakat. Namun, ternyata hujan baru turun di beberapa titik saja. Karena itulah, hari ini bersama Bapak dan Ibu sekalian, kami kembali melangkah dalam ikhtiar yang paling utama, memohon pertolongan Allah SWT melalui salat istisqa," ujarnya.
Bupati menegaskan, upaya pemerintah dalam menangani kekeringan belum berhenti. Komunikasi dan koordinasi terus diperkuat dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun Pemerintah Pusat.

Pemerintah Kabupaten Berau juga terus mengupayakan bantuan untuk penanganan kekeringan, termasuk melalui teknologi modifikasi cuaca atau pengeboman air. Selain itu, pengalokasian anggaran penanganan dampak kekeringan oleh Pemkab Berau sedang diproses secara bertahap sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk meringankan beban masyarakat.
Di tengah berbagai upaya tersebut, Sri Juniarsih mengajak masyarakat untuk menyadari kebesaran Allah SWT. Hal itu sebagaimana disampaikan dalam khutbah Ustaz Jamiruddin, bahwa ketika hujan ditahan, manusia diingatkan bahwa sehebat apa pun ilmu pengetahuan dan teknologi, tetap memiliki keterbatasan.
"Tidak ada yang sanggup menurunkan hujan atas kemauan sendiri. Mari jadikan momen ini sebagai perenungan bersama," katanya.
Menurut Sri Juniarsih, masyarakat tidak hanya perlu memohon agar hujan segera turun, tetapi juga melakukan introspeksi dan memperbaiki diri. Ia mengajak warga memperbanyak istigfar, memperbaiki ibadah, menjaga hubungan dengan sesama, serta memperbanyak amal kebaikan.
"Semoga dengan hati yang lebih baik, rahmat Allah berupa hujan pun segera turun menyirami Bumi Berau tercinta," ucapnya. (Diskominfo Berau-IKP/fhd/yar)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....