Bupati Kutim Dorong Pemuda Perkuat Ketahanan Pangan Daerah Hadapi Krisis
- 20 Apr 2026 12:57 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Sangatta - Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengajak generasi muda memperkuat ketahanan pangan sebagai langkah strategis menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus Karang Taruna Kabupaten Kutai Timur masa bakti 2025–2030 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Minggu 19 April 2026.
Dalam sambutannya, Ardiansyah menyoroti dampak kenaikan bahan bakar minyak yang berimbas pada lonjakan harga bahan pokok. Kondisi ini, menurutnya, menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas kebutuhan pangan rumah tangga.
“Hal yang harus kita jaga saat ini adalah jangan sampai kita terlalu terpengaruh. Memang ini tidak mudah, karena kenaikan harga bahan bakar pasti berdampak pada harga-harga lainnya, terutama bahan pokok,” ujarnya.
Ia menegaskan, indikator utama ketahanan masyarakat terletak pada ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga. Selama kebutuhan dasar tersebut terpenuhi, kondisi sosial ekonomi dinilai masih dalam batas aman.
“Kalau di rumah masih ada makanan, itu artinya masyarakat masih dalam kondisi aman. Tetapi kalau kebutuhan pangan sudah tidak terpenuhi, ini yang menjadi persoalan besar,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ardiansyah menjelaskan bahwa pemerintah pusat menjadikan ketahanan pangan sebagai prioritas nasional. Sejalan dengan itu, pemerintah daerah didorong untuk mengoptimalkan potensi lokal sebagai penopang ekonomi masyarakat.
Di Kutai Timur, potensi sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga kehutanan dinilai sangat besar. Namun, ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya tersebut agar memberikan nilai tambah.
“Kita memiliki semua potensi itu di Kutim. Pertanyaannya, apakah kita hanya ingin menjadi penonton atau kita ikut memanfaatkannya sebagai penopang kehidupan masyarakat,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi berbagai inisiatif masyarakat, termasuk kelompok pemuda dan petani yang mulai mengembangkan usaha produktif. Salah satunya melalui konsep pertanian terpadu di lahan terbatas, yang dinilai efektif dan cepat memberikan hasil.
Menurutnya, pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam komoditas seperti cabai atau beternak ayam kampung dapat menjadi solusi praktis dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga.
“Dengan lahan terbatas, bahkan hanya halaman rumah, masyarakat bisa menanam cabai atau beternak. Ini sangat potensial karena hasilnya tidak perlu menunggu lama dan bisa langsung dirasakan,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti peluang pengembangan komoditas unggulan daerah untuk pasar yang lebih luas, termasuk potensi ekspor produk pertanian seperti pisang serta produk turunan lainnya, hingga pemanfaatan limbah perkebunan seperti lidi kelapa sawit.
Dalam konteks ketidakpastian ekonomi global, Ardiansyah menilai penguatan ketahanan pangan menjadi langkah fundamental untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. Ia berharap generasi muda dapat mengambil peran aktif dalam sektor produktif tersebut.
“Mari kita bersama-sama bergerak, memanfaatkan peluang, dan mendukung pembangunan Kutai Timur, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dengan pelibatan pemuda melalui Karang Taruna, pemerintah berharap upaya penguatan ketahanan pangan tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi juga gerakan berkelanjutan berbasis masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....