Camat Long Apari Dorong Penanganan Stunting Terpadu

  • 10 Feb 2026 21:59 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Mahakam Ulu – Camat Long Apari, Petrus Ngo, menegaskan kesehatan merupakan investasi penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Menurutnya, kesehatan memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya di Kecamatan Long Apari.

Hal tersebut disampaikan Petrus Ngo saat menghadiri Pra-Musrenbang Tematik Stunting yang digelar di Ruang Serbaguna Kecamatan Long Apari, Selasa 10 Februari 2026.

Ia menyampaikan kesehatan yang baik akan sejalan dengan pembangunan yang berkualitas, mulai dari tingkat kampung, kabupaten, provinsi, hingga nasional. Oleh karena itu, program penanganan stunting menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang harus didukung dan dikawal bersama demi peningkatan kualitas SDM, khususnya di Kecamatan Long Apari.

“Program penanganan stunting ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat,” ujar Petrus.

Lebih lanjut, ia menjelaskan sasaran utama program pencegahan stunting adalah ibu hamil serta anak-anak pada 1.000 hari pertama kehidupan, termasuk anak usia sekolah. Masa tersebut dinilai sangat krusial untuk memastikan tumbuh kembang anak berlangsung secara optimal.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Long Apari, Nur Alif Irsyad, membenarkan pernyataan tersebut. Ia mengungkapkan saat ini jumlah kasus stunting di Kecamatan Long Apari mencapai 32 orang, dengan sebaran kasus di sejumlah kampung yang masih tergolong tinggi.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya keterbatasan akses bahan kebutuhan pokok akibat jarak yang cukup jauh dari ibu kota kabupaten. Selain itu, keterbatasan variasi sumber pangan seperti di wilayah perkotaan serta kebiasaan masyarakat juga menjadi penyebab terjadinya stunting.

“Sebagian masyarakat masih berladang dengan sistem nomaden atau berpindah-pindah, sehingga akses terhadap makanan bergizi menjadi lebih terbatas,” katanya menjelaskan.

Meski demikian, pihak Puskesmas telah melakukan berbagai upaya pencegahan stunting melalui kegiatan rutin, mulai dari pendampingan ibu hamil, pemantauan bayi dan balita, hingga penanganan langsung kasus stunting dengan pemberian makanan tambahan bergizi.

Nur Alif juga menyebutkan tantangan utama dalam penanganan stunting adalah masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai gizi. Selain itu, kebiasaan merokok, kondisi ekonomi, serta praktik pernikahan dini turut memengaruhi kesehatan bayi dan balita secara tidak langsung.

“Masih banyak perilaku tidak sehat yang dilakukan tanpa disadari sehingga berdampak pada tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ia berharap penanganan stunting tidak hanya dibebankan pada sektor kesehatan, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor guna menangani akar permasalahan stunting secara menyeluruh.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Subbagian Tata Usaha, Dedik Mustakim, mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Long Apari untuk bersama-sama menurunkan angka stunting.

“Mari kita bersama-sama menurunkan angka stunting di Kecamatan Long Apari. Pastikan balita rutin datang ke Posyandu untuk memantau tumbuh kembang, serta selalu mengonsumsi makanan bergizi dan sehat,” ucapnya. (JJ/Jo/AI)

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....