Musrenbang Kelay Fokus Konektivitas dan Peran CSR Perusahaan

  • 10 Feb 2026 21:10 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Berau – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, memimpin langsung Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Kelay yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Kelay, Selasa 10 Februari 2026. Forum strategis ini menjadi wadah penyampaian arah pembangunan daerah, dukungan Pemerintah Pusat, serta penegasan peran sektor swasta di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan meskipun pemerintah daerah menghadapi efisiensi anggaran hingga 50 persen, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama, khususnya untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Sejumlah proyek strategis direncanakan pada tahun 2026, di antaranya pembangunan jalan poros Simpang Rabu–Panaan dan jalur Muara Lesan–Lesan Dayak. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen melanjutkan perbaikan jalan Batu Rajang–Long Duhung serta pembangunan Jembatan Muara Lesan guna memperlancar mobilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Bupati juga membawa kabar baik dari Pemerintah Pusat berupa dukungan pengembangan lahan pertanian seluas 400 hektare.

“Kementerian akan membantu pengembangan 200 hektare kakao dan 200 hektare kelapa dalam. Saya instruksikan kepada kepala dinas terkait agar luasan ini didistribusikan secara merata ke seluruh kampung, sehingga kesejahteraan petani dapat meningkat secara kolektif,” ujar Bupati.

Menanggapi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Bupati memberikan perhatian khusus terhadap peran perusahaan tambang dan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kecamatan Kelay. Ia menegaskan bahwa dana Corporate Social Responsibility (CSR) harus dikelola secara transparan dan selaras dengan program prioritas pemerintah daerah.

“CSR bukan berdasarkan keinginan perusahaan, melainkan kebutuhan masyarakat. Kita minta transparansi penuh agar program sektor swasta benar-benar sinkron dengan arah pembangunan daerah,” katanya menegaskan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi peningkatan status kemandirian kampung di Kecamatan Kelay. Dari 14 kampung yang ada, enam kampung telah berstatus Maju, yakni Kampung Merapu, Merapun, Muara Lesan, Merasa, Long Beliu, dan Sido Bangun. Sementara delapan kampung lainnya berada pada status Berkembang.

Selain itu, Bupati mendorong percepatan penyelesaian sengketa batas wilayah antar kampung agar administrasi pemerintahan desa dapat tertata dengan baik dan mampu bersaing dalam lomba desa tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Tidak ada lagi desa tertinggal di Kelay. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Saya meminta seluruh kepala kampung untuk terus berinovasi, tidak sekadar menjalankan kewajiban, tetapi benar-benar memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. (Diskominfoberau_IKP/Win)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....