Tidak Hanya Bantuan, Pemerintah Berikan Informasi Terpercaya Pascagempa NTT
- 19 Agt 2026 11:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu 15 Agustus 2026 pagi memicu kepanikan warga dan menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah daerah terdampak. Dalam situasi tersebut, pemerintah didorong tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipercaya.
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan NTT, Dipo Nusantara, meminta pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan segera melakukan langkah tanggap darurat untuk menangani dampak gempa. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kerusakan bangunan cukup parah dan membuat masyarakat berbondong-bondong mengungsi ke dataran tinggi setelah sempat dikeluarkan peringatan dini tsunami.
“Kami berharap pemerintah dan stakeholder terkait segera bergerak cepat melakukan tanggap darurat terhadap dampak gempa. Kami mendapat informasi jika kerusakan bangunan cukup parah dan memicu kepanikan masyarakat sehingga mereka naik ke dataran-dataran tinggi,” ujar Dipo dalam keterangan tertulis, dikutip dari laman emedia.dpr.go.id, pada Rabu 19 Agustus 2026.
Menurut Dipo, pemerintah pusat maupun daerah tidak boleh menunda pemberian pertolongan kepada warga terdampak. Ia menegaskan bahwa distribusi bantuan kebutuhan dasar harus segera dilakukan agar masyarakat tidak semakin kesulitan akibat keterlambatan penanganan.
“Kami berharap pemerintah segera membantu masyarakat agar mereka tidak semakin kesulitan karena terlambat mendapatkan pertolongan, makanan, air bersih, tempat berlindung, maupun layanan kesehatan,” katanya.
Selain memastikan bantuan logistik tersedia, Dipo menekankan pentingnya upaya pencarian dan penyelamatan korban sebagai prioritas utama pada masa tanggap darurat. Warga yang tertimpa bangunan maupun berada di lokasi berisiko harus segera dievakuasi dan mendapatkan pelayanan medis yang memadai.
“Kita harus mengutamakan manusia. Cari dan selamatkan warga yang membutuhkan pertolongan, pastikan korban luka segera mendapat layanan medis, dan jangan biarkan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal harus bertahan dalam kondisi yang tidak layak,” katanya.
Dipo juga mengingatkan agar perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan di lokasi pengungsian, seperti anak-anak, lansia, perempuan, penyandang disabilitas, serta warga yang sedang sakit. Menurutnya, kelompok tersebut membutuhkan perlindungan dan penanganan yang lebih spesifik dibandingkan kebutuhan umum lainnya.
“Bantuan jangan hanya melihat kebutuhan umum. Perhatikan juga kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, perempuan, penyandang disabilitas, serta warga yang sedang sakit. Mereka membutuhkan perlindungan dan penanganan khusus di lokasi pengungsian,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dipo menilai kehadiran pemerintah tidak cukup hanya melalui bantuan kemanusiaan. Ia meminta BMKG dan pemerintah daerah terus menyampaikan informasi resmi terkait perkembangan situasi dan potensi gempa susulan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Pemerintah harus hadir bukan hanya dengan bantuan, tetapi juga dengan informasi yang dapat dipercaya. Kita berharap tidak ada korban jiwa dan seluruh masyarakat Flores serta NTT diberikan keselamatan dalam menghadapi bencana ini,” ujarnya.
Gempa yang terjadi pada pukul 04.58 WIB tersebut berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum kemudian mencabutnya setelah kondisi dinyatakan aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....