OSN 2026 Buka Jalan Pelajar Indonesia menuju Internasional
- 17 Sep 2026 20:00 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Malang – Perjalanan menuju panggung sains internasional dimulai dari kompetisi di dalam negeri. Sebanyak 540 finalis dari 28 provinsi dan satu Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) Jepang kini bersaing dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Nasional Jenjang Pendidikan Menengah 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur.
OSN Dikmen 2026 resmi dibuka Selasa 15 September 2026 oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Para finalis berkompetisi dalam sembilan bidang, yakni astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika atau komputer, kebumian, kimia, dan matematika.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengatakan OSN tidak sekadar menjadi arena perebutan medali. Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menemukan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan talenta murid melalui pembinaan yang berkelanjutan.
“OSN adalah ruang untuk menemukan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan talenta para murid dan semangat inilah yang menjadi dasar manajemen talenta murid,” ujar Suharti, dikutip dari laman Kemendikdasmen, Kamis 17 September 2026.
Menurut Suharti, peserta dengan capaian terbaik berpeluang mengikuti pembinaan lanjutan hingga mewakili Indonesia dalam olimpiade sains internasional. Kesempatan tersebut juga dapat membuka akses pengembangan pendidikan, termasuk melalui seleksi Beasiswa Talenta Indonesia.
Tahun ini, minat murid mengikuti OSN meningkat. Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono mencatat sebanyak 297.955 peserta mendaftar OSN Dikmen 2026, naik 12,33 persen dibandingkan 265.251 peserta pada 2025. Menurutnya, peningkatan jumlah peserta membuat persaingan menuju tingkat nasional semakin ketat.
“Artinya, setiap tahun tingkat persaingan OSN ini semakin tinggi. Luar biasa adik-adik sudah sampai tahap final,” ucap Irene.
Salah satu finalis yang membawa nama Kalimantan Timur adalah Azzahra Nabilla Sofian dari SMA Negeri 10 Samarinda. Peserta bidang biologi itu berharap kerja keras yang telah dilakukan selama mengikuti rangkaian kompetisi dapat membuahkan medali sekaligus membuka kesempatan melanjutkan perjuangan ke tingkat internasional.
“Semoga usaha dan kerja keras saya bisa membuahkan medali dan lanjut ke ajang internasional,” ujarnya.
Selain OSN, Puspresnas kembali menggelar Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) bekerja sama dengan Cakrawala University. Pendaftar EKKA 2026 mencapai 2.317 peserta dari 37 provinsi, meningkat 72,01 persen dibandingkan 1.347 peserta pada 2025. Sebanyak 26 finalis dari 10 provinsi mengikuti babak final.
OSN Dikmen 2026 juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid. Peserta dengan capaian terbaik berkesempatan mengikuti pembinaan lanjutan untuk menghadapi ajang internasional, seperti International Mathematical Olympiad (IMO), International Physics Olympiad (IPhO), dan International Olympiad in Informatics (IOI).
UMM kembali dipercaya menjadi tuan rumah OSN Dikmen untuk kedua kalinya. Rektor UMM Nazaruddin Malik mengatakan perguruan tinggi memiliki peran dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan talenta dan kemampuan sains generasi muda.
“Selamat berkompetisi, tegakkan kejujuran, raihlah prestasi yang maksimal,” ucap Nazaruddin.
Bagi para finalis, OSN menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Bagi Edric Owen Pidono dari SMAS Katolik Rajawali Makassar, bidang matematika, ajang ini menjadi kesempatan membuka peluang pendidikan. Sementara Michael Daniel dari SMAS Darma Yudha Pekanbaru, finalis EKKA, berharap dapat mengikuti pemusatan latihan nasional dan memperkuat peluang menuju International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....