Kemenkeu Siapkan Fiskal Pemerintah dalam Penanganan Darurat Bencana

  • 20 Agt 2026 09:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta - Dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kesiapan fiskal Pemerintah dalam penanganan darurat bencana di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini disampaikan Menkeu Purbaya pada Senin 17 Agustus 2026 di Jakarta sebagai bagian dari komitmen negara untuk melindungi masyarakat di tengah kondisi darurat.

Dikutip dari laman kemenkeu.go.id pada Rabu 19 Agustus 2026. Menkeu menjelaskan bahwa Pemerintah telah menyiapkan dana kebencanaan sebesar sekitar Rp5 triliun yang dalam posisi siap pakai atau on call guna memastikan kebutuhan tanggap darurat dapat segera terpenuhi. Dana tersebut masih dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan riil yang diajukan secara resmi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Dana bencana itu selalu siaga di angka Rp5 triliun. Tapi kalau kurang, kita tambah lagi, tergantung kebutuhan yang diajukan BNPB,” ujar Menkeu Purbaya.

Selain itu, mekanisme respons pendanaan bencana juga telah dirancang secara responsif dan teratur melalui standar operasional prosedur (SOP) Kementerian Keuangan. Setiap permintaan pendanaan yang masuk dari BNPB akan langsung ditindaklanjuti dengan cepat agar penanganan di lapangan berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Begitu ada permintaan resmi masuk, kami langsung tindak lanjuti dengan cepat. Khusus untuk kebutuhan bencana, SOP kita memang dirancang responsif, selama permintaannya jelas,” kata Menkeu.

Tak hanya di Kementerian Keuangan, BNPB juga memiliki dana siap pakai sekitar Rp500 miliar yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak di lapangan. Dukungan ini pun dapat diperkuat dengan tambahan anggaran dari Pemerintah apabila diperlukan.

“Di BNPB juga sudah tersedia dana yang siap digunakan, sekitar Rp500 miliar dalam posisi siaga. Kalau kurang, kami tambahkan kembali,” ujar Menkeu Purbaya.

Menkeu menekankan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kehadiran negara yang melindungi rakyat, terutama saat menghadapi situasi darurat seperti bencana alam. Oleh karena itu, kesiapan fiskal menjadi bagian penting agar respons pemerintah dapat dilakukan dengan cepat, terukur, dan tepat sasaran.

Dalam momentum spesial hari kemerdekaan ini, Menkeu juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia. Ia berharap peringatan HUT ke-81 menjadi awal kebangkitan bangsa menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, dengan target pertumbuhan hingga 6 persen atau lebih pada tahun berikutnya.

“Hari ini kita harapkan menjadi awal dari kebangkitan Indonesia yang lebih baik ke depan. Tahun depan kita harapkan pertumbuhan ekonomi 6 persen, mudah-mudahan bisa lebih dari itu,” ucap Menkeu Purbaya.

Dengan kesiapan fiskal yang memadai dan mekanisme respons yang matang, Pemerintah memastikan keberpihakan terhadap perlindungan masyarakat tetap menjadi prioritas utama di tengah upaya mendorong pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....