Berau Perkuat Sinergi Penyuluh dan Brigade Pangan Wujudkan Swasembada

  • 02 Agt 2026 14:30 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kabupaten Berau terus memperkuat langkah menuju swasembada pangan melalui penguatan koordinasi dan sinkronisasi pendampingan Program Strategis Kementerian Pertanian. Dengan potensi lahan pertanian yang luas, keberhasilan peningkatan produksi kini semakin diarahkan pada optimalisasi peran penyuluh pertanian dan Brigade Pangan (BP) sebagai ujung tombak pendampingan petani di lapangan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Pendampingan Program Strategis Kementerian Pertanian yang berlangsung di Ruang Pertemuan Dinas Perkebunan Kabupaten Berau, Kamis, 30 Juli 2026. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Berau, Lita Handini, serta dihadiri Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur Ahmad Subhan, bersama seluruh penyuluh pertanian dan Brigade Pangan program Optimalisasi Lahan (Oplah) maupun CSR di Berau.

Dalam sambutannya, Lita Handini menegaskan bahwa Berau memiliki peluang besar menjadi salah satu daerah penopang ketahanan pangan. Namun, luasnya potensi lahan pertanian masih dihadapkan pada tantangan keterbatasan sumber daya petani. Karena itu, keberadaan penyuluh pertanian dan Brigade Pangan menjadi faktor penting untuk memastikan petani memperoleh pendampingan yang berkelanjutan dalam meningkatkan produktivitas usaha tani.

Penguatan sumber daya manusia di sektor pertanian dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan program strategis nasional. Tidak hanya menghadirkan teknologi dan bantuan sarana produksi, tetapi juga memastikan inovasi dapat diterapkan secara efektif melalui pendampingan yang intensif kepada petani. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi sekaligus meningkatkan efisiensi usaha pertanian di tingkat lapangan.

Kepala BRMP Kalimantan Timur, Ahmad Subhan, menegaskan bahwa percepatan swasembada pangan memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, Brigade Pangan, dan petani. Menurutnya, implementasi Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) menjadi salah satu strategi yang harus terus diperkuat agar sektor pertanian semakin maju dan berdaya saing.

"Sinergi penyuluh, Brigade Pangan, pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci dalam mewujudkan pertanian yang maju, modern, dan berkelanjutan," kata Ahmad Subhan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan bahwa penyuluh pertanian dan Brigade Pangan merupakan garda terdepan dalam menyukseskan berbagai program prioritas Kementerian Pertanian. Ia mengingatkan pentingnya penyamaan persepsi, penguatan koordinasi, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan agar setiap program dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi petani.

"Bersama, kita wujudkan Berau menjadi swasembada pangan," ujar Muhammad Amin saat menutup kegiatan, seraya mengajak seluruh penyuluh dan Brigade Pangan untuk terus menjaga semangat mendampingi petani dalam meningkatkan produksi pangan.

Melalui koordinasi yang semakin kuat dan semangat kolaborasi yang terus dibangun, Berau diharapkan mampu mengoptimalkan potensi pertaniannya sebagai salah satu lumbung pangan di Kalimantan Timur. Pendampingan yang profesional, penerapan teknologi pertanian modern, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan diyakini akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....