BRMP Kaltim Kenalkan PM-AAS Dorong Percepatan Bantuan Pemerintah di Mahakam Ulu
- 18 Jul 2026 11:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur terus memperkuat upaya percepatan modernisasi sektor pertanian melalui pengenalan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) sekaligus sosialisasi bantuan pemerintah (banper) kepada penyuluh pertanian dan Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) di Kabupaten Mahakam Ulu, Kamis, 16 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi BRMP Kalimantan Timur dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui pendekatan intensifikasi lahan. Selain mengenalkan konsep PM-AAS, kegiatan juga menjadi forum untuk menyosialisasikan berbagai program bantuan pemerintah yang dapat dimanfaatkan oleh daerah guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Kepala Balai Besar BRMP Kalimantan Timur, Ahmad Subhan, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa peningkatan produksi padi di Kabupaten Mahakam Ulu tidak lagi dapat bertumpu pada perluasan areal tanam atau ekstensifikasi. Menurutnya, keterbatasan luas baku sawah menuntut adanya pendekatan yang lebih efektif melalui optimalisasi lahan yang sudah tersedia.
"Kabupaten Mahakam Ulu memiliki potensi untuk meningkatkan produksi melalui optimalisasi lahan yang ada. Model PM-AAS menjadi salah satu solusi karena berorientasi pada intensifikasi yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional," ujar Ahmad Subhan.
Ia menambahkan, Kementerian Pertanian juga terus memberikan dukungan melalui berbagai program strategis, seperti peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT), Corporate Social Responsibility (CSR), Optimalisasi Lahan (Oplah), hingga program Klopencapir. Seluruh program tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas daerah dalam meningkatkan produksi pangan secara berkelanjutan.
Kegiatan turut dihadiri Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Mahakam Ulu, Ngadino, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Mahakam Ulu Semion, Kepala Bidang Penyuluhan Roni Wigbertus serta perwakilan Koordinator Penyuluh Provinsi Kalimantan Timur, Badri. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam implementasi modernisasi pertanian.
Dalam kesempatan itu, Tim Pendampingan Modernisasi Pertanian BRMP Kalimantan Timur juga memaparkan perkembangan usulan bantuan pemerintah yang telah diajukan oleh Kabupaten Mahakam Ulu. Tim mendorong agar proses pengusulan bantuan PM-AAS maupun bantuan lainnya dapat dipercepat dengan tetap mengacu pada petunjuk teknis yang berlaku sehingga penyaluran bantuan menjadi lebih efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Mahakam Ulu, Ngadino, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. "Kami berharap sosialisasi ini semakin memperkuat pemahaman penyuluh terhadap konsep PM-AAS sekaligus mendorong penyusunan usulan bantuan pemerintah yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi wilayah Mahakam Ulu," katanya.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi berlangsung. Berbagai pertanyaan, masukan, dan tanggapan disampaikan terkait penerapan PM-AAS maupun mekanisme bantuan pemerintah. Para penyuluh menyatakan kesiapan untuk mendukung implementasi pertanian modern di wilayah binaan masing-masing serta mengawal penyusunan usulan bantuan yang sesuai dengan kondisi lapangan sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan pertanian yang lebih maju, produktif, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....