Kaltim Targetkan Swasembada Pangan 2026 Melalui Perluasan Lahan dan Teknologi

  • 08 Jul 2026 07:08 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan daerah ini mampu mencapai swasembada pangan pada 2026. Target tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Swasembada Pangan yang dipimpin Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, di Ruang Rapat Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Minggu 6 Juli 2026.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan harus bergerak bersama untuk mewujudkan kemandirian pangan daerah. "2026 Kalimantan Timur harus sudah swasembada pangan," ucap Seno Aji melalui rilis BRMP Kaltim saat membuka rapat koordinasi tersebut.

Berdasarkan data pemerintah, Kalimantan Timur masih memerlukan peningkatan sekitar 40 persen untuk mencapai target swasembada pangan. Kondisi itu menjadi tantangan yang harus dijawab melalui kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, perangkat daerah terkait, TNI, Polri, hingga Perum Bulog yang berperan menyerap hasil panen petani.

Sebagai langkah percepatan, pemerintah menargetkan penambahan lahan pertanian seluas 2.300 hektare pada tahun ini melalui Program Cetak Sawah Rakyat (CSR). Program tersebut menjadi tahap awal dari rencana pengembangan lahan yang lebih luas hingga mencapai sekitar 15.000 hektare pada akhir 2026.

Pengembangan lahan baru akan diprioritaskan di empat kabupaten, yakni Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Paser. Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan produksi padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kalimantan Timur dalam jangka panjang.

Selain memperluas areal persawahan, pemerintah juga mengoptimalkan dukungan kepada petani melalui bantuan dari Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut meliputi benih unggul, pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pembangunan infrastruktur pendukung yang disalurkan berdasarkan usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang telah diverifikasi agar tepat sasaran.

Seno Aji menekankan bahwa keberhasilan program swasembada pangan tidak hanya bergantung pada perluasan lahan, tetapi juga kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam sektor pertanian. "Diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah, perangkat daerah terkait, TNI, Polri, serta Bulog sebagai penyerap hasil panen petani," ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong penerapan teknologi Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) sebagai upaya meningkatkan produktivitas padi. Sistem budidaya modern ini menerapkan jarak tanam yang lebih rapat sehingga populasi tanaman dapat mencapai sekitar 800.000 tanaman per hektare, yang diproyeksikan mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan.

Dengan kombinasi perluasan lahan, dukungan sarana produksi, penerapan teknologi modern, serta sinergi berbagai pemangku kepentingan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur optimistis target swasembada pangan pada 2026 dapat tercapai. Keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....