Gerakan Tanam Nasional 50.000 Hektare, Kaltim Perkuat Ketahanan Pangan

  • 06 Jul 2026 02:47 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kalimantan Timur turut ambil bagian dalam Gerakan Tanam Nasional (Gertam) 50.000 Hektare yang dilaksanakan secara serentak di 25 provinsi di Indonesia sebagai upaya memperkuat swasembada pangan nasional. Untuk wilayah Kalimantan Timur, kegiatan dipusatkan di lokasi Brigade Pangan Afnan Sejahtera, Kelurahan Sambutan, Kota Samarinda, Kamis 3 Juli 2026, sementara pelaksanaan nasional dipusatkan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Gerakan tanam tersebut dihadiri Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Muhammad Amin, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur Ahmad Subhan, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur, Kepala Dinas Pertanian Kota Samarinda, unsur pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta petani dan kelompok tani.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Amin menjelaskan pemerintah pusat terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program strategis. Di Kalimantan Timur, pemerintah telah mengalokasikan program Optimalisasi Lahan (Oplah) seluas sekitar 14.000 hektare dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas kurang lebih 1.000 hektare yang tersebar di Kabupaten Kutai Timur, Paser, Mahakam Ulu, dan Berau.

Menurut Muhammad Amin, berbagai program tersebut mulai menunjukkan hasil positif, termasuk di Kota Samarinda. Optimalisasi lahan yang dilakukan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) sehingga lahan pertanian dapat ditanami hingga dua bahkan tiga kali dalam setahun. Kondisi ini dinilai menjadi langkah nyata dalam meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

"Pemerintah pusat telah mengalokasikan program Optimalisasi Lahan sekitar 14.000 hektare dan Cetak Sawah Rakyat sekitar 1.000 hektare di Kalimantan Timur. Di Samarinda, program ini telah mampu meningkatkan Indeks Pertanaman menjadi dua bahkan tiga kali dalam setahun," ujar Muhammad Amin.

Sementara itu, Kepala DPTPH Kalimantan Timur, Fahmi Himawan, menegaskan keberhasilan mewujudkan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Peran penyuluh pertanian dinilai sangat penting karena menjadi ujung tombak dalam mendampingi petani mulai dari proses tanam hingga panen.

Kepala BRMP Kalimantan Timur, Ahmad Subhan, juga menambahkan penerapan Program Pengembangan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) mulai diterapkan dalam kegiatan tanam serentak tersebut. Melalui pendekatan pertanian modern yang didukung pendampingan penyuluh, diharapkan produktivitas lahan dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

"Lahan yang telah dicetak harus segera ditanami dengan pendampingan penyuluh di setiap tahapan. Langkah ini penting agar swasembada pangan berkelanjutan dapat terus terjaga," kata Ahmad Subhan.

Melalui Gerakan Tanam 50.000 Hektare, Kalimantan Timur menunjukkan komitmennya dalam mendukung program nasional menuju swasembada pangan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani diharapkan mampu mempercepat peningkatan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....