BRMP Kaltim Terapkan Sistem Pertanian Modern Tingkatkan Produksi Padi
- 09 Mei 2026 11:26 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Upaya memperkuat modernisasi sektor pertanian di Kalimantan Timur terus dilakukan melalui penerapan teknologi baru guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya padi. Salah satu langkah konkret ditunjukkan melalui kegiatan tanam perdana padi dalam rangka implementasi model Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Selasa 5 Mei 2026.
Program ini menjadi bagian dari transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern dan berkelanjutan yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi di Bumi Etam. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pertanian, baik tingkat provinsi maupun kota.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kepala BRMP Kaltim, Ahmad Subhan, bersama Tim PM-AAS, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda, UPT-PSBTPH Provinsi Kalimantan Timur, Koordinator BPP Kecamatan Sambutan, penyuluh pertanian lapangan, serta kelompok tani pelaksana di wilayah setempat.
Dalam sambutannya, Dr. Ahmad Subhan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Pertanian dalam rangka mendukung program swasembada pangan berkelanjutan melalui inovasi teknologi pertanian.
“Penerapan PM-AAS ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan produksi padi melalui sistem pertanian modern yang lebih efisien, produktif, dan berbasis teknologi,” ujar Ahmad Subhan.
Model PM-AAS sendiri merupakan adaptasi sistem pertanian modern dari Arkansas, Amerika Serikat, yang dikenal memiliki tingkat efisiensi tinggi dalam pengelolaan lahan dan hasil produksi. Sistem ini mengutamakan prinsip tanam rapat, mekanisasi, efisiensi sumber daya, intensifikasi, serta penyesuaian spesifik lokasi.
Melalui pendekatan tersebut, BRMP Kaltim berharap dapat mendorong perubahan pola budidaya petani dari cara konvensional menuju sistem yang lebih modern dan berkelanjutan.
Selain peningkatan produktivitas, program ini juga diharapkan mampu memperkuat daya saing sektor pertanian Kalimantan Timur di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan pertanian produktif.
“Melalui PM-AAS, kami tidak hanya mengejar peningkatan hasil panen, tetapi juga mendorong transformasi pola pikir dan cara bertani agar lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” katanya menambahkan.
Dengan dimulainya tanam perdana ini, BRMP Kaltim optimistis program PM-AAS dapat menjadi salah satu model percontohan pertanian modern yang mampu mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kalimantan Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....