Dorong Kemandirian Benih, BRMP Kaltim Gandeng Petani Loa Kulu

  • 21 Apr 2026 13:50 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Upaya peningkatan produksi benih unggul terus didorong Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur melalui kegiatan konsolidasi dan koordinasi bersama petani di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Langkah ini menjadi bagian awal dari pelaksanaan program produksi benih sumber padi spesifik lokasi Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 17 April tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BRMP Kalimantan Timur, Dr. Ahmad Subhan, M.Sc., didampingi penanggung jawab kegiatan dan tim. Pertemuan ini difokuskan pada pemantapan rencana produksi benih sekaligus identifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) sebagai dasar perencanaan teknis di lapangan.

Dalam proses koordinasi, tim BRMP Kaltim menggali kesiapan petani, mulai dari pengelolaan lahan, ketersediaan sumber air, hingga komitmen dalam menerapkan standar teknis budidaya perbenihan padi. Selain itu, berbagai kendala yang dihadapi petani turut dibahas guna mencari solusi yang tepat sebelum kegiatan produksi dimulai.

Kelompok Penangkar Benih (KPB) Pulo Sari ditetapkan sebagai mitra pelaksana dalam program ini. Kelompok tersebut akan mengelola lahan seluas 9 hektar dengan menggunakan varietas Inpari 32 HDB yang ditargetkan menghasilkan benih unggul berkualitas tinggi. Penandatanganan perjanjian kerja sama antara BRMP Kaltim dan KPB Pulo Sari turut dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama dalam pelaksanaan kegiatan.

Selain koordinasi administratif, tim juga meninjau fasilitas pendukung, termasuk alat seed cleaner yang berfungsi meningkatkan mutu benih padi pascapanen. Penggunaan teknologi ini diharapkan mampu memastikan benih yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

Kunjungan lapangan kemudian dilanjutkan ke lokasi rencana pengembangan penangkaran benih padi di Desa Sumber Sari. Area seluas 9 hektar tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan benih unggul, terutama karena kondisi lahan yang sesuai serta ketersediaan sumber air yang cukup memadai.

Namun demikian, sejumlah kendala masih ditemukan di lapangan, khususnya terkait sistem irigasi yang belum optimal. Petani membutuhkan dukungan tambahan berupa pompa air guna memastikan distribusi air dapat menjangkau seluruh area lahan secara merata.

Kepala BRMP Kalimantan Timur, Dr. Ahmad Subhan, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi kendala tersebut. “Kami berharap kelompok tani bersama penyuluh dan dinas terkait dapat segera mengusulkan CPCL untuk irigasi pompa, sehingga produktivitas lahan dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa BRMP Kaltim berkomitmen mendukung penguatan sarana dan prasarana pertanian. “Melalui sinergi yang kuat, program perbenihan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan benih unggul, tetapi juga mendorong kemandirian benih serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....