DPTPH Kaltim Petakan Calon Petani untuk Program Cetak Sawah 2026
- 08 Apr 2026 15:02 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur menggelar rapat koordinasi untuk mengidentifikasi ketersediaan calon petani dalam mendukung program cetak sawah Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memastikan kesiapan sumber daya manusia di lokasi-lokasi prioritas pengembangan lahan pertanian.
Rapat yang berlangsung dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala DPTPH Kaltim, Kamis 2 April 2026. Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya pelaksana Survey Investigasi dan Desain (SID), Dinas PUPR Kalimantan Timur, serta perwakilan dinas dari lima kabupaten/kota yang menjadi sasaran program.
Selain itu, forum ini juga dihadiri oleh Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur yang memberikan perspektif terkait dukungan teknis dan inovasi dalam pengembangan sektor pertanian. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program strategis tersebut.
Agenda utama rapat difokuskan pada sinkronisasi data dan kesiapan petani, sehingga program cetak sawah dapat berjalan sesuai perencanaan. Pemerintah daerah menilai bahwa kesiapan petani menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan pengembangan lahan sawah baru.
Berdasarkan paparan yang disampaikan dalam rapat, potensi pengembangan lahan sawah di Kalimantan Timur mencapai sekitar 14.824,72 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 8.816 hektare dinyatakan layak untuk dikembangkan dalam waktu dekat melalui berbagai tahapan teknis yang telah disiapkan.
Sementara itu, untuk Tahun Anggaran 2026, luas potensial cetak sawah diperkirakan mencapai 5.647 hektare. Lahan tersebut tersebar di beberapa wilayah, antara lain Kabupaten Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Paser, dan Kutai Barat yang telah ditetapkan sebagai lokasi prioritas.
Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan, ST., MT., menegaskan pentingnya kesiapan petani dalam mendukung keberlanjutan program tersebut. “Ketersediaan petani yang siap mengelola lahan menjadi kunci utama agar program cetak sawah tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Di sisi lain, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian juga menyatakan komitmennya dalam memberikan pendampingan teknis kepada petani. “Kami siap mendukung melalui penerapan teknologi modern, penguatan kelembagaan, serta integrasi program agar hasil yang dicapai lebih optimal,” ucap Kepala BRMP Kaltim, Ahmad Subhan.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antarinstansi dan pemangku kepentingan. Program cetak sawah tidak hanya ditargetkan berjalan efektif dan tepat sasaran, tetapi juga mampu meningkatkan produksi pangan serta memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Timur secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....