Brigade Pangan Kula Mandiri Dorong Swasembada Pangan Kukar

  • 15 Sep 2025 18:43 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Program Brigade Pangan Kula Mandiri resmi hadir dan mulai berjalan di Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara. Program ini merupakan bagian dari tiga program strategis nasional Kementerian Pertanian, yaitu optimasi lahan, LTT (Luas Tambah Tanam) reguler, dan Brigade Pangan.

Kehadiran Brigade Pangan Kula Mandiri ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi petani lokal untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Hal ini sejalan dengan salah satu program dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subiyanto, yaitu mewujudkan swasembada pangan yang sesingkat-singkatnya.

Dalam kunjungan kerja tim BRMP Kaltim bersama Kelompok Brigade Pangan Kula Mandiri, Paidi, salah satu anggotanya menyampaikan bahwa program Brigade Pangan di Kutai Lama sudah mulai dijalankan pada musim tanam kali ini. Sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) telah didistribusikan, mulai dari traktor roda 4, traktor roda 2, mesin tanam, hingga pompa air.

Sementara itu, alsintan berupa rotavator masih dalam proses pengambilan dari gudang dinas, sedangkan mesin combine harvester masih menunggu jadwal distribusi. “Harapan saya, program ini bisa memaksimalkan potensi petani di wilayah kita sendiri, khususnya Desa Kutai Lama yang memang menjadi salah satu sentra padi di Kalimantan Timur,” ujar Paidi, dikutip Senin (15/9/2025).

Seperti diketahui, salah satu fokus utama program pemerintah adalah optimasi lahan untuk mendukung peningkatan indeks pertanaman (IP). Jika sebelumnya petani di Kutai Lama rata-rata hanya bisa menanam dua kali setahun, kini dengan adanya dukungan program dan alsintan modern, targetnya bisa ditingkatkan menjadi tiga kali setahun.

“Dulu kita hanya bisa dua kali tanam, sekarang kita manfaatkan program ini untuk bisa tiga kali tanam,” kata Paidi.

Sebelumnya, para petani di Desa Kutai Lama sering menghadapi kesulitan, terutama saat musim panen yang membutuhkan banyak tenaga dan waktu. Namun, dengan hadirnya alsintan, pekerjaan menjadi lebih mudah dan efisien. “Alhamdulillah sekarang alat-alat sudah ada, sehingga sangat membantu meringankan kerja petani,” ucap Paidi.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa hasil panen petani kini lebih terjamin karena Bulog turut menampung produksi padi. Dengan demikian, hambatan-hambatan yang sebelumnya dihadapi petani, seperti keterbatasan akses pasar, sudah semakin teratasi.

Dengan hadirnya Brigade Pangan Kula Mandiri, para petani Desa Kutai Lama kini memiliki optimisme baru. Dukungan pemerintah melalui penyediaan alat, pendampingan, serta jaminan pasar diharapkan benar-benar menjadi jalan menuju kemandirian pangan di Kutai Kartanegara, sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....